SUASANA yang biasanya tenang di Perpustakaan Daerah Kota Bontang berubah menjadi jauh lebih hidup, Rabu (24/6/2026). Tawa anak-anak, cerita yang dibacakan dengan penuh ekspresi, hingga aktivitas membaca bersama memenuhi hampir setiap sudut ruangan.
Hari pertama program Bermain dan Berliterasi Selama Liburan di Perpustakaan (BERLIAN) langsung mencuri perhatian masyarakat. Hingga pukul 12.00 Wita saja, jumlah pengunjung sudah mencapai 358 orang dan diperkirakan menembus 400 orang hingga perpustakaan tutup.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, Retno Febriaryanti, menyebut lonjakan itu menjadi kabar menggembirakan. Menurutnya, semakin banyak keluarga mulai melihat perpustakaan sebagai tempat menghabiskan liburan yang menyenangkan sekaligus memberi manfaat bagi anak.
“Data siang hari sudah 358 orang. Ini belum termasuk malam. Kemungkinan bisa mencapai 400 orang,” ujarnya.
Program BERLIAN digelar mulai 24 Juni hingga 12 Juli 2026. Sasaran utamanya adalah anak-anak yang mengisi masa libur sekolah di Bontang dan tidak memiliki kesempatan berlibur ke luar daerah.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak menikmati liburan dengan cara berbeda. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga membaca buku, mendengarkan dongeng, mengikuti aktivitas literasi, hingga menyaksikan film edukatif.
“Konsepnya sederhana, bagaimana anak-anak tetap bisa liburan tapi juga belajar. Jadi bermain dan literasi kita gabungkan,” kata Retno.
BERLIAN menghadirkan empat kegiatan utama yang dikemas interaktif agar anak-anak betah berada di perpustakaan.
Program Donat (Dongeng Anak Bontang) menjadi pembuka dengan menghadirkan cerita-cerita inspiratif yang membantu mengasah imajinasi sekaligus membangun empati.
Ada pula Bintang Baca, pendampingan membaca bagi anak-anak usia sekolah yang belum lancar membaca. Program ini kembali dibuka karena tingginya antusiasme masyarakat pada tahun sebelumnya.
“Tahun lalu peminatnya sangat banyak. Artinya masih ada anak-anak yang perlu didampingi dalam membaca,” ungkap Retno.
Selain itu, tersedia Replay (Read Aloud and Bookish Play) yang memadukan kegiatan membaca nyaring dengan permainan berbasis buku. Metode tersebut membantu meningkatkan kemampuan memahami bacaan sekaligus melatih kepercayaan diri anak.
Pengunjung juga dapat mengikuti Sinema PusDabon, yakni pemutaran film edukatif yang menghadirkan pengalaman belajar dalam suasana santai dan menyenangkan.
Program BERLIAN tidak hanya menghadirkan aktivitas selama liburan sekolah, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah kunjungan.
Sebelum program dimulai, jumlah pengunjung tercatat 234 orang pada Senin dan 248 orang pada Selasa. Memasuki hari pertama BERLIAN, angka itu melonjak menjadi 358 pengunjung hanya hingga tengah hari.
Bagi DPK Bontang, kenaikan tersebut menjadi pertanda mulai berubahnya cara masyarakat memandang perpustakaan. Tempat yang dulu identik dengan suasana sunyi kini perlahan berkembang menjadi ruang publik yang aktif, kreatif, sekaligus ramah bagi anak dan keluarga.
Retno berharap budaya membaca tumbuh secara alami dari pengalaman yang menyenangkan.
“Harapannya, anak-anak datang bukan karena disuruh, tapi karena mereka senang berada di perpustakaan,” ucapnya. [FR]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami













