ISLAM mengajarkan bahwa tidak ada satu pun kebaikan yang dilakukan seorang hamba kepada sesama yang sia-sia. Setiap amal saleh memiliki balasan yang sepadan, bahkan Allah menjanjikan ganjaran yang jauh lebih besar daripada yang dibayangkan manusia.
Prinsip itu menjadi salah satu fondasi penting dalam ajaran Islam. Ketika seseorang memudahkan urusan orang lain, menolong yang membutuhkan, atau menyebarkan manfaat kepada sesama, Allah menjanjikan balasan berupa pertolongan, kemudahan, rahmat, hingga ampunan di dunia maupun akhirat.
Berikut 19 amalan yang secara tegas disebut dalam Alqur'an maupun hadis memiliki balasan langsung dari Allah.
1. Meringankan kesusahan seorang Muslim
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا؛ نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
"Siapa yang membantu menghilangkan kesulitan yang menimpa saudaranya, maka Allah akan menghilangkan salah satu kesulitan besar yang akan dihadapinya pada Hari Kiamat."
Ibnu Rajab dalam Jami' al-'Ulum al-Hikam, menjelaskan kurbah adalah kesusahan berat yang menyesakkan hati seseorang.
Meringankannya berarti mengurangi beban tersebut, sedangkan menghilangkannya berarti menghapus kesulitan itu sama sekali.
Karena itu, balasan bagi orang yang meringankan kesulitan orang lain adalah Allah akan meringankan kesulitannya, dan balasan bagi orang yang menghilangkan kesusahan saudaranya adalah Allah akan menghilangkan kesusahannya pula.
2. Memudahkan orang yang sedang kesulitan
Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang sedang mengalami kesempitan hidup atau kesulitan membayar utang, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat.
Kemudahan itu bisa berupa memberi tenggang waktu hingga ia mampu membayar, sebagaimana firman Allah:
وَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍۢ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍۢ ۚ وَأَن تَصَدَّقُوا۟ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ٢٨٠
"Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (QS Al-Baqarah: 280)
Bisa pula dengan mengurangi atau bahkan menghapus sebagian utangnya, atau membantunya hingga keluar dari kesulitan tersebut.
Rasulullah SAW bersabda: مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ عَنْهُ؛ أَظَلَّهُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ
"Barang siapa memberi tenggang waktu kepada orang yang kesulitan atau membebaskan utangnya, maka Allah akan menaunginya dalam naungan-Nya." (HR Muslim)
Dalam hadis lain beliau bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُنْجِيَهُ اللَّهُ مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ؛ فَلْيُنَفِّسْ عَنْ مُعْسِرٍ، أَوْ يَضَعْ عَنْهُ
"Barang siapa ingin diselamatkan Allah dari kesulitan-kesulitan Hari Kiamat, hendaklah ia memberi kelonggaran kepada orang yang kesulitan atau membebaskan utangnya." (HR Muslim)
3. Menutupi aib seorang Muslim
مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا؛ سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
"Siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat."
Yang dimaksud adalah seorang muslim yang dikenal baik, lalu tergelincir dalam suatu kesalahan atau dosa.
Aibnya tidak boleh disebarluaskan, dibongkar, atau dijadikan bahan pembicaraan. Sebaliknya, jika seseorang terang-terangan melakukan kemaksiatan dan tidak peduli terhadap dosa yang dilakukannya, maka keadaannya berbeda karena ia sendiri telah membuka kemaksiatannya di hadapan manusia.
4. Menolong saudara sesama Muslim
Rasulullah SAW bersabda:
وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ؛ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
"Allah akan selalu menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya."
Bentuk pertolongan kepada sesama sangatlah luas. Semakin banyak seseorang membantu orang lain, semakin besar pula pertolongan Allah kepadanya.
Salah satu bentuk bantuan yang paling mulia adalah mengajarkan ilmu agama. Hasan Al-Bashri pernah berkata:
لَأَنْ أَتَعَلَّمَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ، فَأُعَلِّمُهُ مُسْلِمًا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ تَكُونَ لِي الدُّنْيَا كُلُّهَا، أَجْعَلُهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ تَعَالَى
"Mempelajari satu bab ilmu lalu mengajarkannya kepada seorang muslim lebih aku cintai daripada memiliki seluruh dunia lalu aku infakkan di jalan Allah."
5. Memenuhi kebutuhan saudara
Barang siapa berusaha memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya di dunia maupun di akhirat sebagai balasan atas kebaikan yang ia lakukan.
6. Memberi kelonggaran kepada orang yang menyesal
مَنْ أَقَالَ مُسْلِمًا أَقَالَ اللَّهُ عَثْرَتَهُ
Siapa yang menerima pembatalan transaksi atau memberikan keringanan kepada saudaranya yang menyesal, maka Allah akan mengampuni dan memaafkan kesalahannya pada Hari Kiamat.
Sikap lapang dada seperti ini termasuk akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam.
7. Membela kehormatan saudara Muslim
مَنْ ذَبَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيهِ بِالْغَيْبَةِ؛ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُعْتِقَهُ مِنَ النَّارِ
Barang siapa membela kehormatan saudaranya ketika ia digunjing atau difitnah, maka Allah akan membebaskannya dari api neraka.
Tentu pembelaan itu harus dilakukan secara adil dan proporsional, bukan dengan kebohongan atau kezaliman.
8. Menyayangi makhluk Allah
Rasulullah SAW bersabda:
ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ؛ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
"Sayangilah siapa saja yang ada di bumi, niscaya Yang di langit akan menyayangi kalian."
Dalam Syarh Misykat al-Mishbah, ath-Thayyibi, mengatakan kasih sayang dalam Islam tidak terbatas kepada orang saleh saja, tetapi mencakup seluruh makhluk: manusia, hewan, bahkan makhluk yang tidak mampu berbicara sekalipun.
9. Menyambung silaturahim siapa yang menyambung hubungan kekerabatan, maka Allah akan menyambung rahmat dan pertolongan-Nya kepadanya.
Ibnu Al-Qayyim menjelaskan bahwa orang yang menjaga silaturahmi akan diberi keberkahan umur, dilapangkan rezekinya, ditenangkan kehidupannya, dan dimudahkan urusan dunia serta akhiratnya.
10. Bersikap lapang dan pemaaf
Siapa yang memperlakukan orang lain dengan kelapangan hati, kemudahan, dan toleransi, maka Allah akan memperlakukannya dengan cara yang sama di dunia dan akhirat.
Orang yang mudah memaafkan akan lebih mudah mendapatkan ampunan Allah.
11. Saling mencintai karena Allah Allah menjanjikan cinta-Nya kepada orang-orang yang saling mencintai, saling mengunjungi, saling membantu, dan saling memberi karena Allah semata.
Hubungan yang dibangun atas dasar iman, bukan kepentingan dunia, akan berbuah kemuliaan besar, termasuk mendapatkan naungan Arsy Allah pada Hari Kiamat.
12. Mengutamakan ridha Allah
Siapa yang mencari keridhaan Allah meskipun membuat manusia tidak senang, maka Allah akan mencukupinya dari urusan manusia. Ibnu Al-Qayyim:
مَا آثَرَ عَبْدٌ مَرْضَاةَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى مَرْضَاةِ الْخَلْقِ، وَتَحَمَّلَ ثِقَلَ ذَلِكَ وَمُؤْنَتَهُ، وَصَبَرَ عَلَى مِحْنَتِهِ: إِلَّا أَنْشَأَ اللَّهُ مِنْ تِلْكَ الْمِحْنَةِ وَالْمُؤْنَةِ نِعْمَةً وَمَسَرَّةً، وَمَعُونَةً بِقَدْرِ مَا تَحَمَّلَ مِنْ مَرْضَاتِهِ؛ فَانْقَلَبَتْ مَخَاوِفُهُ أَمَانًا، وَمَظَانُّ عَطَبِهِ نَجَاةً، وَتَعَبُهُ رَاحَةً، وَمُؤْنَتُهُ مَعُونَةً، وَبَلِيَّتُهُ نِعْمَةً، وَمِحْنَتُهُ مِنْحَةً، وَسُخْطُهُ رِضًا
"Siapa yang mendahulukan keridhaan Allah dan sabar menanggung konsekuensinya, maka Allah akan mengubah kesulitan menjadi kemudahan, ketakutan menjadi keamanan, kesedihan menjadi kebahagiaan, dan ujian menjadi nikmat, cobaan menjadi penghargaan, dan kebencian menjadi ridha."
13. Gemar berinfak
Allah berfirman melalui hadis qudsi:
"Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan memberimu ganti."
Ini adalah janji langsung dari Allah bahwa harta yang dikeluarkan di jalan-Nya tidak akan sia-sia. Allah akan menggantinya dengan keberkahan yang lebih baik.
14. Doa malaikat bagi orang yang dermawan
Setiap pagi dua malaikat turun. Salah satunya berdoa: "Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang berinfak."
Sedangkan malaikat yang lain berdoa: "Ya Allah, timpakanlah kerugian kepada orang yang kikir."
Betapa agungnya kedudukan orang yang gemar bersedekah hingga setiap hari didoakan oleh para malaikat.
15. Mengajarkan kebaikan kepada manusia
Rasulullah SAW bersabda:
اللَّهُ تَعَالَى، وَمَلَائِكَتُهُ، وَأَهْلُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَالنَّمْلَةُ فِي جُحْرِهَا، وَالْحُوتُ؛ يُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ
"Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, bahkan semut di sarangnya dan ikan di lautan, semuanya mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia."
Ibnu Al-Qayyim dalam Miftah Dar as-Sa'adah, menjelaskan bahwa karena seorang guru menjadi sebab keselamatan dan kebahagiaan manusia, maka Allah membalasnya dengan doa, rahmat, dan pujian dari seluruh makhluk.
16. Menjadi pelaku kebaikan
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang-orang yang gemar berbuat baik di dunia akan menjadi orang-orang yang memperoleh kebaikan dan kemuliaan di akhirat. Kebaikan yang ditanam di dunia tidak akan hilang; semuanya akan dipanen di hadapan Allah kelak.
17. Rendah hati karena Allah
Rasulullah SAW bersabda:
"Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah melainkan Allah akan mengangkat derajatnya."
Orang yang meninggalkan kesombongan demi mencari ridha Allah akan diangkat kedudukannya, baik di mata manusia maupun di sisi Allah.
18. Menjadi manusia yang paling bermanfaat
Rasulullah SAW bersabda:
"Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia."
Para sahabat menjadi generasi terbaik karena manfaat besar yang mereka berikan kepada umat.
Siapa pun yang mengikuti jejak mereka dalam memberikan manfaat akan memperoleh kecintaan Allah sesuai kadar manfaat yang ia berikan.
19. Membangun Masjid karena Allah
Barang siapa membangun masjid dengan ikhlas mengharap wajah Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah serupa di surga.
Ini adalah salah satu contoh paling nyata bahwa balasan Allah sejalan dengan amal yang dilakukan hamba-Nya.
Seluruh amalan di atas mengajarkan satu kaidah penting dalam Islam, yaitu balasan Allah sejalan dengan amal yang dilakukan seorang hamba.
Orang yang memudahkan urusan orang lain akan dimudahkan urusannya. Orang yang menolong akan ditolong. Orang yang menyayangi akan disayangi. Begitu pula mereka yang gemar memberi manfaat akan memperoleh balasan yang jauh lebih besar dari Allah.
Setiap kesempatan berbuat baik sejatinya bukan hanya memberi manfaat bagi orang lain, tetapi juga menjadi investasi amal yang kelak kembali kepada pelakunya dengan bentuk yang lebih sempurna, baik di dunia maupun di akhirat. (Republika)















