Risiko Penularan Covid-19 di Bontang Masih Tinggi

Kondisi Jalan A Yani Bontang Baru yang ramai hilir mudik kendaraan. Foto ini diambil Ahad (5/4) pukul 20.17 Wita. Padahal, dua hari lalu kondisinya masih sepi.

PERKEMBANGAN status Covid-19 di Kota Bontang, Ahad (5/4) menunjukan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) terus bertambah. Sampai pukul 14.00 Wita status ODP Bontang sebanyak 53 orang, 32 orang isolasi mandiri dan 21 orang selesai pemantauan.

Pun sama, status orang monitoring juga bertambah setiap harinya. Sampai hari ini, laporan masuk ada 4.454 orang. Sebanyak 1.522 diantaranya selesai monitoring.

“Mobilitas warga dar luar Bontang masih tinggi. Penambahan jumlah ODP setiap hari. Ini artinya bahwa risiko penularan COVID-19 di Bontang masih tinggi,” ujar Jubir Gugus Percepatan Covid-19 Bontang, Adi Permana lewat siaran persnya, Ahad (5/4).

Ditegaskan Adi, hampir semua negara dan wilayah di Indonesia terjangkit COVID-19, bahkan terindikasi adanya transmisi lokal. Kasus baru bukan saja berasal dari imported case COVID-19 tapi sudah terjadi penularan antar warga di dalam wilayah.

Dia mencontohkan, ada seseorang pulang dari daerah terdampak COVID-19. Dia sudah membawa virus dalam dirinya namun belum menunjukkan gejala. Lalu, bersangkutan beraktivtas normal, tidak isolasi mandiri, tidak menjaga jarak. Jika akhirnya orang tersebut terkonfirm positif dan menularkan kepada keluarga atau teman, ini dinamakan terjadi transmisi lokal.

Ditambahkan Adi, untuk anak-anak, lanjut usia, atau orang-orang dengan penyakit penyerta seperti jantung, diabetes, kanker, ginjal, HIV/AIDS menjadi kelompok rentan yang harus dilindungi. Sebab, imunitas tidak bisa bekerja optimal . Jika kelompok ini terjangkit virus COVID-19 kondisi akan menjadi lebih parah dan risiko kematian semakin tinggi.

Baca Juga: Rekomendasi WHO: Keluar Rumah Wajib Pakai Masker!

Dia pun mengajak warga untuk disiplin terhadap imbauan. Kerja sama dan kesadaran bersama adalah kunci agar Bontang bisa melewati pandemi ini sehingga nanti bisa beraktivitas normal kembali. Hindari pergi keluar rumah atau tempat umum kecuali terpaksa. Dan gunakana selalu masker jima harus keluar rumah.

Berikut adalah hal perlu diketahui pembaca Pranala.co soal penjelasan status COVID-19:

a. STATUS MONITORING adalah orang yang baru datang dari luar Bontang dari negara maupun daerah lain yang terjangkit COVID-19 dan melaporkan diri ke PSC (telpon, WA, atau mengisi google form).

Mereka datang dengan maupun tanpa keluhan. Para pelapor ini akan mendapatkan penjelasan protokol kesehatan antara lain isolasi mandiri, memantau kondisi tubuh, menerapkan PHBS.

b. STATUS ORANG TANPA GEJALA (OTG) adalah orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirm positif, namun mereka tidak menunjukkan gejala. Yang harus dilakukan isolasi mandiri, memantau kondisi tubuh, menerapkan PHBS. OTG bisa naik statusnya menjadi ODP. Hari ini di Bontang ada 1 orang yang awal status OTG menjadi ODP.

c. STATUS ORANG DALAM PEMANTAUAN (ODP) adalah orang yang memiliki gejala ringan (demam, batuk), ada riwayat perjalanan dari negara atau daerah terjangkit, dan membutuhkan pemeriksaan.
Yang harus dilakukan isolasi mandiri, memantau kondisi tubuh, memerapkan PHBS.

d. STATUS PASIEN DALAM PENGAWASAN adalah ODP yang mengalami perburukan, perlu pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi.


(id)

More Stories
3.852 Nelayan di Kaltim Terdampak COVID-19