Pranala.co, SAMARINDA – Ratusan guru honorer di Kalimantan Timur (Kaltim) masih berada situasi ketidakpastian. Mereka tetap mengajar setiap hari, namun belum bisa mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) karena terkendala syarat administrasi.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan, menyebut ada sekira 600 hingga 700 guru honorer belum memenuhi syarat pengalaman kerja minimal dua tahun. Padahal pengalaman itu menjadi ketentuan wajib untuk mengikuti tes PPPK.
“Ini hambatan utama bagi mereka. Masa kerja belum cukup dua tahun, sehingga belum memenuhi syarat ikut PPPK,” ujar Rahmat.
Di tengah situasi ini, Rahmat memastikan proses belajar-mengajar di sekolah tetap berjalan. Penopangnya adalah Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP)—dulu disebut BOSDA—yang membantu pembiayaan gaji guru honorer.
“BOSP sangat penting. Tanpa dana ini, sekolah-sekolah yang kekurangan guru atau memiliki honorer yang belum lolos PPPK akan terganggu. Anak-anak pasti dirugikan,” katanya.
Pemprov Kaltim mencatat, hingga akhir 2024 ada 10.000 guru berstatus PNS dan PPPK yang menerima insentif daerah. Namun kebutuhan tenaga pengajar masih besar dan sebagian besar ditutupi oleh tenaga honorer.
Rahmat menjelaskan, BOSP berasal dari alokasi pusat dan daerah. Dana ini memungkinkan sekolah membayar tenaga honorer sambil menunggu mereka memenuhi masa kerja yang cukup untuk mendaftar PPPK.
“Ini solusi sementara. Kami tetap mendukung guru honorer melalui BOSP,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud berkomitmen menaikkan insentif mereka, dengan target hingga Rp1 juta per bulan, bergantung pada kemampuan anggaran daerah.
Komitmen ini disampaikan Rudy pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi guru honorer.
Kondisi guru honorer di Kaltim sejalan dengan kebijakan nasional. Berdasarkan Undang-Undang ASN, status honorer akan dihapus pada akhir 2025. Semua guru non-ASN yang memenuhi syarat akan dialihkan ke skema PPPK. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















