• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 13, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Ramai! Tagihan Listrik Membengkak Dua Kali Lipat, Ini Jawaban PLN Bontang

Suriadi Said by Suriadi Said
2 Mei 2020 | 13:18
Reading Time: 4 mins read
1
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

SEJUMLAH pelanggan listrik nonsubsidi 900 VA (Volt Ampere) ke atas di wilayah Kota Bontang, Kalimantan Timur mengeluhkan tagihan listrik yang justru kian mencekik di tengah pandemi Covid-19. Bahkan dua kali lipat dari bulan sebelumnya.

”Saya heran, pemakaian listrik bulan ini padahal tak begitu deras, tetapi tagihan listrik membengkak sampai Rp200 ribu atau 100 persen lebih,” keluh Yunita, salah seorang ibu rumah tangga di Jalan R Suprapto, Bontang ini, kepada Pranala.co, Sabtu (2/5).

PILIHAN REDAKSI

Diundang Ngopi, Ormas Diduga ‘Dikondisikan', Kesbangpol Kaltim: Murni Silaturahmi, Bukan Redam Aksi Meski Dikumpulkan Kesbangpol, Gelombang Aksi 21 April Menguat, Siap Kepung Kantor Gubernur dan DPRD Kaltim

Diundang Ngopi, Ormas Diduga ‘Dikondisikan’, Kesbangpol Kaltim: Murni Silaturahmi, Bukan Redam Aksi

13 April 2026 | 16:01
Gratis! Ini Syarat Daftar Bantuan Pasang Listrik Baru di Bontang Diskon Listrik PLN 50 Persen Resmi Berlaku Lagi, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya

Diskon Listrik PLN 50 Persen Resmi Berlaku Lagi, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya

27 Februari 2026 | 13:36

Yunita tergolong pelanggan listrik pasca-bayar menuturkan, biasanya tiap bulan dirinya membayar Rp 249 ribu, namun saat membayar via mobile banking semalam, dia kaget. Tagihannya mencapai Rp616.000.

“Kaget lah Mas. Tagihannya sampai dua kali lipat lebih. Apalagi zaman seperti ini, pandemi Corona, pemasukan bulanan kami juga berkurang. Terasa banget lah,” keluhnya.

BACA JUGA:
Beasiswa Kaltim Mulai Dibuka 15 Mei

Dia menduga kenaikan tagihan listrik yang terjadi bulan ini karena kebijakan pemerintah yang menggratiskan tagihan listrik bagi pelanggan 450 VA dan diskon 50 persen untuk pelanggan R1-900 VA, sehingga PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menaikkan beban tagihan listrik bagi pelanggan nonsubsidi untuk menutupi penggratisan pelanggan nonsubsidi.

”Apa tagihan 900 VA yang nonsubsidi diam-diam dinaikkan PLN? Mungkin buat menutupi biaya tagihan listrik gratis R1-450 VA dan diskon 900 VA kali ya? Jadi, kami yang sengsara menanggung biayanya,” ucapnya.

Hal serupa juga dialami pelanggan pasca-bayar yang mengaku mengalami pembengkakan tagihan listrik bulan ini. “Bulan ini terasa sekali naiknya tagihan. Biasanya Rp 520 ribu naik menjadi Rp 620 ribu per bulannya,” ucap Khairul, warga Jalan RE Martadinata, Kelurahan Lok Tuan ini.

Selama bekerja di rumah, diakui Khairul pemakaian listrik tak juga seboros nilai tagihannya. Dia mengaku sudah melakukan upaya penghematan dengan meminimalisir penggunaan listrik.

”AC sering dimatikan tiap tiga jam. Asal ada dinginnya, dicabut untuk irit pembiayaan,” ujarnya.

Dia pun berharap subsidi bagi pelanggan 450 VA tidak berimbas pada pelanggan nonsubsidi. Pemerintah menyubsidi pelanggan 450 VA malah bagus untuk meringankan beban hidup masyarakat yang terdampak virus korona, tetapi yang nonsubsidi jangan malah dinaikkan tagihannya.

“Kasihan kami, pelanggan 900 VA ke atas yang juga tetap bayar dengan beban tagihan yang tak seperti biasa,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Manajer PT PLN UP3 Bontang, Alimudin mengaku belum mendapatkan laporan masyarakat. Namun, dia berharap masyarakat bisa melaporkan kondisi itu kepada petugas PLN untuk diproses agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Alimudin bilang sejatinya, pemakaian pelanggan di Kota Bontang bulan lalu, Maret alami penurunan 2 persen. Itu disebabkan, petugas pencatat meteran PLN tidak diizinkan bekerja, akibat jaga jarak di tengah pandemi Corona.

alimuddin pln
Manajer PT PLN UP3 Bontang, Alimudin

Pihaknya mengakui menghentikan sementara petugas pencatat meteran listrik dari rumah ke rumah, untuk mencegah penularan virus corona COVID-19. Selama ini, petugas pencatat meteran listrik, menjadi ujung tombak untuk menentukan tagihan listrik pelanggan pasca-bayar.

Dengan dihentikannya pencatatan meteran listrik oleh petugas lapangan, lanjut Alimudin untuk menentukan tagihan listrik bulan April 2020 bagi pelanggan pasca-bayar menggunakan data dari historis rata-rata pemakaian kWh pada Desember, Januari, dan Februari.

Dia meyakinkan, dasar penghitungan tarif listrik berdasarkan rata-rata penggunaan bulan-bulan sebelumnya, tidak menimbulkan harga yang berbeda karena tarif listrik yang berlaku saat ini tidak ada perubahan.

Menurut Alimudin, apabila nantinya diketahui terdapat kelebihan atau kekurangan pencatatan meteran listrik, maka akan disesuaikan berdasarkan peraturan yang berlaku.

“Kebijakan penghitungan rekening listrik berdasarkan data historis Desember hingga Februari ini berlaku di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Namun, sejak 25 April lalu, para petugas sudah mulai berjalan dari rumah ke rumah untuk mencatat meteran pemakaian pelanggan. Tagihan April ini akan mulai dibayarkan bulan ini, Mei. “Petugas sudah mulai jalan. Hitungannya pun sudah ada rumusnya. Jadi mudahan tidak ada kesalahan,” jelasnya.

BACA:
Sejarah Hari Pendidikan Nasional yang Diperingati Setiap 2 Mei

Dia pun meminta kepada pelanggan PLN Bontang yang merasa dirugikan akibat tagihan membengkak itu bisa menghubungi call centre PLN Bontang, Layanan pelanggan dan pengaduan Telepon: (0548) 21003 atau langsung ke kantornya Jalan MT Haryono No.12, Api-Api, Bontang Utara, Kota Bontang.

“Silahkan laporkan dan bukti pembayarannya disimpan agar nanti kami bisa proses jika ada kesalahan PLN dalam menghitungmnya. Bisa juga hubungi PLN lewat PLN Mobile atau call centre 123 juga, pungkasnya. (*)

Tags: Kalimantan TimurPLNTagihan PLN
Previous Post

Sejarah Hari Pendidikan Nasional yang Diperingati Setiap 2 Mei

Next Post

UPDATE: 1 Orang Transmisi Lokal, Kukar Tambah 10 Kasus Positif Covid-19

BACA JUGA

Kejar-kejaran di Lampu Merah Balikpapan, Pengamen Ini Nekat Lawan Satpol PP

Kejar-kejaran di Lampu Merah Balikpapan, Pengamen Ini Nekat Lawan Satpol PP

12 Juli 2026 | 21:36
Wali Kota Neni: Insentif Guru Mengaji di Bontang Aman Pemotongan

Wali Kota Neni: Insentif Guru Mengaji di Bontang Aman Pemotongan

12 Juli 2026 | 19:14
Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

Bertemu Wali Kota , Bos Baru Pupuk Kaltim Bawa Misi Besar bagi Bontang

12 Juli 2026 | 19:01
Bocah Hilang Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan Ditemukan Meninggal Dunia

Bocah Hilang Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan Ditemukan Meninggal Dunia

12 Juli 2026 | 13:21
4 Anak Terseret Ombak di Pantai Kemala Balikpapan, Satu Masih Dicari

4 Anak Terseret Ombak di Pantai Kemala Balikpapan, Satu Masih Dicari

11 Juli 2026 | 22:01
Modal Gunting Besi, Pria di Kutim Gasak 18 Tabung Gas Melon

Modal Gunting Besi, Pria di Kutim Gasak 18 Tabung Gas Melon

11 Juli 2026 | 21:45
Next Post

UPDATE: 1 Orang Transmisi Lokal, Kukar Tambah 10 Kasus Positif Covid-19

Comments 1

  1. Ping-balik: Bunga Es Menumpuk di Freezer Bisa jadi Tanda Masalah, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya - Pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

Pencabulan Anak Kandung di Bengalon Kutim, Ayah Tega Setubuhi Dua Putrinya

6 Juli 2026 | 13:24
Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

Bau Menyengat Anak DPRD Kaltim Masuk Kuota Miskin SMAN 1 Samarinda?

7 Juli 2026 | 16:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

Diduga Cemari Udara, DLH Kaltim Usut Limbah Medis RSUD Kudungga Sangatta

7 Juli 2026 | 21:49

Terbaru

Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

Festival Sekerat Nusantara V Ditutup Meriah, Ritual Mengulur Naga Tegaskan Identitas Budaya Kutim

12 Juli 2026 | 23:58
PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

PWI Bontang Matangkan Program 3 Tahun, Fokus UKW hingga Perlindungan Wartawan

12 Juli 2026 | 22:48
Semifinal Piala Dunia 2026: Skenario Paling Ideal dan Gila dalam Sejarah

Semifinal Piala Dunia 2026: Skenario Paling Ideal dan Gila dalam Sejarah

12 Juli 2026 | 22:36
Hanya Adip Maraja yang Lolos, Muscab HIPMI Bontang Bakal Diikuti Calon Tunggal

Hanya Adip Maraja yang Lolos, Muscab HIPMI Bontang Bakal Diikuti Calon Tunggal

12 Juli 2026 | 22:29
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 No. 74E Kel Bontang Baru, Kec Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved