• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juni 28, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Pemkot Bontang Baru Salurkan Seragam Gratis untuk Siswa Baru

Suriadi Said by Suriadi Said
21 Juli 2025 | 09:20
Reading Time: 3 mins read
0
Sekolah di Bontang Tetap Tatap Muka, Disdikbud Bantah Kabar Pembelajaran Daring Pemkot Bontang Baru Salurkan Seragam Gratis untuk Siswa Baru

Sekretaris Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai menyalurkan bantuan seragam gratis untuk peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026.

Program ini dimulai sejak pekan ketiga Juli dan kini sudah menjangkau dua sekolah negeri. Yakni SDN 001 Bontang Utara dan SMPN 5 Bontang.

PILIHAN REDAKSI

TKA 2026: Nilai SMP Bontang Tertinggi di Kaltim Tidak Sekaligus, Rekrutmen 127 Guru Bontang Dilakukan Bertahap

TKA 2026: Nilai SMP Bontang Tertinggi di Kaltim

26 Juni 2026 | 23:30
Nasib Siswa SDN 003 Bontang Barat Tergantung di Perbatasan Kutim Nasib Siswa SD 003 Bontang Barat Tergantung di Perbatasan Kutim

Nasib Siswa SDN 003 Bontang Barat Tergantung di Perbatasan Kutim

4 Juni 2026 | 16:25

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin, mengatakan penyaluran tahap awal difokuskan pada siswa kelas 1 SD dan 7 SMP.

“Dua sekolah itu sudah menerima seragam bantuan dari Pemkot. Untuk sementara, kami prioritaskan siswa kelas 1,” ujar Saparuddin, Sabtu (19/7/2025).

Saparuddin menjelaskan, penjahit lokal yang ditunjuk memang diminta mendahulukan siswa baru. Sebab, mereka dianggap paling membutuhkan seragam di hari-hari awal sekolah.

“Ini soal urgensi. Kelas 1 itu benar-benar baru masuk, jadi kami pastikan mereka dapat lebih dulu,” jelasnya.

Ia juga menargetkan seluruh siswa baru di SD dan SMP negeri akan menerima bantuan seragam ini paling lambat akhir Juli 2025.

“Distribusi masih berjalan dan dilakukan bertahap. Kami optimistis akhir bulan semua sudah menerima,” tegasnya.

Saparuddin mengingatkan seluruh pihak sekolah agar tidak lagi menjual seragam kepada murid.

Dengan adanya program bantuan ini, ia berharap tidak ada lagi praktik yang memberatkan orang tua, apalagi menjadikan seragam sebagai ladang bisnis.

“Seragam ini gratis. Jadi tidak ada alasan bagi sekolah untuk menjualnya ke siswa,” pungkasnya.

Bantuan seragam ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bontang dalam mendukung pendidikan dasar yang inklusif dan terjangkau.

Selain meringankan beban ekonomi orangtua, program ini juga menjadi upaya pemerintah dalam menciptakan kesetaraan akses pendidikan sejak awal tahun ajaran.

Ramai di Medsos: Netizen Bontang Bongkar Praktik Jual Seragam dan LKS di Sekolah Negeri

Polemik dugaan praktik jual beli seragam dan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di sekolah negeri Bontang memicu reaksi keras publik. Di media sosial, warganet ramai mengomentari kasus ini. Mayoritas mengaku tidak kaget, bahkan menyebutnya sebagai rahasia umum yang sudah terjadi bertahun-tahun.

Diskusi ramai terjadi usai berita terkait diposting oleh Pranala.co di grup Facebook Bubuhan Bontang dan Bursa Orang Bontang (BOB). Respons warganet mengalir deras, mulai dari keluhan biaya hingga kekhawatiran membongkar fakta karena takut anaknya disudutkan pihak sekolah.

Salah satu komentar mencolok datang dari akun Ancha Ocha di grup Bubuhan Bontang. Ia menulis:

“Itu sudah jadi rahasia umum, bos. Dari dulu memang begitu. Pihak sekolah selalu cari keuntungan buat mereka sendiri. Buat jajan pentol. Udah nggak kaget sih kalau berita begini. Kalau ibarat makanan, ini sudah basi.”

Komentar tersebut mendapat banyak tanggapan dan reaksi serupa dari warganet lainnya. Beberapa orang mengungkap bahwa meski tahu praktik ini tak seharusnya terjadi, mereka enggan bersuara lantang karena khawatir berdampak pada anak mereka di sekolah.

Akun Musdalifah Uzdah menulis:

“Mau ikutan spill, takut anakku disudutkan selama 6 tahun.”

Beberapa warganet lain mengaku tetap membeli seragam dan LKS, meski terbebani secara ekonomi. Akun Abid Wawa menyebut:

“Tetap beli baju, tapi batik aja sama baju olahraga. Dasi satu, topi satu, Rp425 ribu. Itu pun diutang dulu.”

Sementara itu, postingan lain di grup BOB berjudul “Wawali Bontang Geram! Sekolah Negeri Dilarang Jual Seragam dan Buku” juga menuai komentar senada. Akun Abu Thufail menyoroti cara sekolah menyiasati larangan jual beli langsung:

“LKS beli. Bukan di sekolah, tapi gurunya mengarahkan beli di toko yang sudah ditentukan.”

Akun Ikha Sartika bahkan merinci harga yang ia keluarkan:

“Kelas 1, beli LKS, 6 pcs, Rp120 ribu. Per bijinya Rp20 ribu.”

Sedangkan akun Nadira Putri Asyifa mengeluhkan beban biaya ganda:

“Sekarang mesti beli di sekolah, Pak. Anak dua, tiga gimana? Kasihan emaknya pusing.”

Ada pula yang menyebut penjualan dilakukan lewat jalur komite. Seolah-olah bukan sekolah yang menjual, tapi tetap saja beban biaya jatuh ke orang tua. Seperti yang diungkap akun Neti Zen:

“Masih jualan, Pak. Dengan embel-embel komite. Sekolah nggak jual, tapi komitenya yang jual.”

Ramainya komentar publik di media sosial ini menunjukkan bahwa praktik jual beli seragam dan LKS bukan isu baru. Tapi di sisi lain, hal ini mencerminkan lemahnya pengawasan atas kebijakan larangan pungutan di sekolah negeri.

[DIAS]

Tags: Disdikbud BontangSeragam Gratis
Previous Post

Toko Vape di Tenggarong Kaltim Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

Next Post

Turnamen Taekwondo Internasional di Samarinda Resmi Ditutup, Ini Daftar Pemenangnya

BACA JUGA

Berpura-pura jadi Pembeli, Tiga Pelaku Gasak Gelang Emas 13 Gram di Sangatta

Berpura-pura jadi Pembeli, Tiga Pelaku Gasak Gelang Emas 13 Gram di Sangatta

27 Juni 2026 | 21:47
Terpilih Aklamasi, Andi Faiz Siapkan Golkar Bontang Kejar 9 Kursi DPRD

Terpilih Aklamasi, Andi Faiz Siapkan Golkar Bontang Kejar 9 Kursi DPRD

27 Juni 2026 | 21:21
35 Tanah Wakaf di Bontang Ditarget Bersertifikat

35 Tanah Wakaf di Bontang Ditarget Bersertifikat

27 Juni 2026 | 21:08
Bermodus 'Nikah Batin', Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Bertambah jadi Empat

Bermodus ‘Nikah Batin’, Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Bertambah jadi Empat

27 Juni 2026 | 10:00
Debu yang Turun di Balikpapan Ternyata Zeolit, Hasil Awal Sebut Material Aman Hujan Debu di Balikpapan: BMKG Bantah Faktor Cuaca, Pertamina Sebut dari Aktivitas Kilang

Debu yang Turun di Balikpapan Ternyata Zeolit, Hasil Awal Sebut Material Aman

27 Juni 2026 | 09:13
Nilai TKA SD Bontang Lampaui Nasional, Peringkat Dua Se-Kaltim Balikpapan Dapat 10 Revitalisasi Sekolah, Wali Kota: Pendidikan Kunci Putus Kemiskinan Ribuan Anak di Kutim Masih Putus Sekolah, Data Disdikbud Ungkap Fakta Mengkhawatirkan Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono Digelar April 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Tes Kemampuan Akademik Serentak untuk SD dan SMP Belajar dari Bocah NTT, Bontang Siapkan Anggaran Pendidikan Rp29,6 Miliar SPMB Gantikan PPDB, Ini Perubahan Jalur Masuk Sekolah 2025 di Balikpapan

Nilai TKA SD Bontang Lampaui Nasional, Peringkat Dua Se-Kaltim

26 Juni 2026 | 23:54
Next Post
Turnamen Taekwondo Internasional di Samarinda Resmi Ditutup, Ini Daftar Pemenangnya

Turnamen Taekwondo Internasional di Samarinda Resmi Ditutup, Ini Daftar Pemenangnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

Hindari Lubang Jalan, 2 Pemotor Tewas Kecelakaan di Kutim

22 Juni 2026 | 16:00
Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

Olahraga Adalah Investasi, Dispora Kaltim: Pembudayaan Olahraga Harus jadi Perhatian Semua Pihak

5 November 2023 | 22:24

Ekonomi Bontang Anjlok 2,15 Persen, Industri Raksasa Terkapar, Sektor Jasa Meroket

12 Mei 2025 | 18:50

Balikpapan akan Terang Benderang, 2 Ribu Lampu Jalan Siap Dipasang hingga Oktober 2025

26 Juni 2025 | 12:46
Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06

Terbaru

Berpura-pura jadi Pembeli, Tiga Pelaku Gasak Gelang Emas 13 Gram di Sangatta

Berpura-pura jadi Pembeli, Tiga Pelaku Gasak Gelang Emas 13 Gram di Sangatta

27 Juni 2026 | 21:47
Terpilih Aklamasi, Andi Faiz Siapkan Golkar Bontang Kejar 9 Kursi DPRD

Terpilih Aklamasi, Andi Faiz Siapkan Golkar Bontang Kejar 9 Kursi DPRD

27 Juni 2026 | 21:21
35 Tanah Wakaf di Bontang Ditarget Bersertifikat

35 Tanah Wakaf di Bontang Ditarget Bersertifikat

27 Juni 2026 | 21:08
Bermodus 'Nikah Batin', Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Bertambah jadi Empat

Bermodus ‘Nikah Batin’, Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Samarinda Bertambah jadi Empat

27 Juni 2026 | 10:00
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved