Pranala.co, SAMARINDA – Harapan warga Bukit Pinang untuk lepas dari banjir mulai menemukan titik terang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Pemerintah Kota Samarinda resmi memulai proyek normalisasi alur Sungai Karang Asam Besar.
Proyek ini dikerjakan oleh Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR-PERA Kaltim. Targetnya jelas: memperlancar aliran air menuju hilir dan mengurangi potensi banjir yang kerap melanda kawasan padat penduduk itu.
Normalisasi dilakukan sepanjang 3,025 kilometer, mulai dari Jalan Saka hingga Perumahan Mahakam Grande. Namun, sekitar 800 meter alur sungai belum bisa disentuh karena padatnya permukiman warga.
Kondisi ini menciptakan penyempitan aliran atau bottle neck yang jadi salah satu biang banjir di Bukit Pinang.
Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, melalui Kabid SDA Runandar, menjelaskan bahwa normalisasi Karang Asam Besar ini merupakan langkah besar setelah lama terbengkalai.
“Sebelum 2021, kawasan ini belum pernah tersentuh normalisasi, padahal kondisinya sudah memprihatinkan,” ucap Runandar.
Ia menambahkan, teknis pengerjaan berada di bawah tanggung jawab Pemprov Kaltim. Sementara soal pembebasan lahan dan komunikasi sosial diserahkan kepada Pemkot Samarinda.
“Selama masih ada penyempitan, genangan air akan tetap terjadi. Itu yang jadi tantangan utama,” tegasnya.
Dari sisi Pemkot, pembangunan drainase di kawasan Jalan Saka juga dilakukan untuk mempercepat aliran air.
“Harapannya, banjir yang dulu sering terjadi bisa diminimalisir,” kata Eko Purwanto, Lurah Bukit Pinang.
Eko juga mengapresiasi warga yang ikut mendukung upaya ini. “Mayoritas masyarakat sangat kooperatif. Mereka paham pentingnya proyek ini,” tambahnya.
Meski masih ada kendala di lapangan, termasuk soal lahan dan proses sosial, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dianggap sebagai kunci penyelesaian.
Dengan normalisasi yang sedang berjalan, warga berharap aliran sungai menjadi lebih lancar. Tidak ada lagi genangan besar setiap kali hujan deras.
“Targetnya sederhana. Masyarakat Bukit Pinang ingin hidup lebih nyaman tanpa dihantui banjir,” tegas Runandar. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami














