APARAT kepolisian dari Polsek Samboja, Kalimantan Timur (Kaltim) mengamankan satu unit mobil yang ditemukan dalam kondisi mencurigakan di kawasan eks tambang, Jalan Semoi–Sepaku, RT 029, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kamis (9/4/2026).
Mobil jenis Toyota Calya berwarna hitam dengan nomor polisi B 1865 DKC itu ditemukan tanpa pengemudi. Di dalamnya, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika.
Penemuan kendaraan tersebut bermula dari kecurigaan seorang petugas keamanan perusahaan yang melintas di lokasi sekira pukul 07.30 WITA pagi.
Mobil itu terlihat terparkir di tepi jalan dalam kondisi sepi dan tidak menunjukkan aktivitas. Setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan pengemudi maupun penumpang di dalamnya.
Saat memeriksa bagian dalam kendaraan, saksi menemukan sebuah tas selempang yang mencurigakan.
Di dalam tas tersebut, ditemukan tiga paket kristal bening yang diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu-sabu. Selain itu, terdapat pula alat pendukung seperti timbangan digital dan perlengkapan lain.
Temuan tersebut segera dilaporkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Setelah menerima laporan, petugas Polsek Samboja langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kendaraan yang ditinggalkan, paket kristal yang diduga sabu, timbangan digital, pipet kaca, sendok takar, tas selempang, serta satu unit telepon seluler.
Selain itu, kendaraan tersebut diketahui terdaftar atas nama seseorang dengan alamat di Jakarta Selatan.
Pelaksana Harian Kapolsek Samboja, Iptu Iwan Setiawan, menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pemilik maupun pihak yang terkait dengan kendaraan tersebut.
Polisi juga tengah memeriksa sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menelusuri asal-usul barang bukti yang ditemukan.
“Seluruh barang bukti telah diamankan. Kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab,” ujar dia dalam keterangan resminya, Ahad (12/4/2026).
Kasus ini diduga berkaitan dengan jaringan peredaran narkotika, mengingat adanya paket kristal serta alat pendukung yang ditemukan di dalam kendaraan. Namun, polisi belum memberikan kesimpulan akhir dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. [ril/dias]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















