PEMUTUSAN hubungan kerja (PHK) terhadap 102 pekerja tambang di Bontang tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpotensi memengaruhi dinamika ekonomi kota yang selama ini bergantung pada sektor industri.
Dari total pekerja terdampak, hanya dua orang merupakan warga Bontang. Sebanyak 100 lainnya berasal dari luar daerah, namun selama ini tinggal dan beraktivitas ekonomi di kota tersebut.
Kepala Disnaker Bontang, Asdar Ibrahim, memperkirakan sebagian besar pekerja tidak langsung meninggalkan kota, melainkan tetap bertahan untuk mencari peluang kerja baru.
“Walaupun dari luar daerah, mereka kemungkinan tetap tinggal di Bontang,” ujarnya.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan persaingan kerja di sektor lain, sekaligus memberi tekanan tambahan terhadap pasar tenaga kerja lokal
Dia melanjutkan, Pemkot Bontang menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, termasuk pelatihan keterampilan kerja. Namun, keterbatasan anggaran membuat kuota peserta masih terbatas.
Selain itu, pekerja terdampak juga diarahkan memanfaatkan program Kredit Bontang Kreatif (KBK) untuk memulai usaha mandiri.
Upaya ini diharapkan menjadi alternatif bagi pekerja yang sulit kembali ke sektor tambang dalam waktu dekat.
Kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang menjadi acuan produksi tahunan perusahaan tambang secara langsung menentukan volume kerja di lapangan. Saat kuota diturunkan, perusahaan menyesuaikan operasional, termasuk jumlah tenaga kerja.
Kepala Disnaker Bontang, Asdar Ibrahim, bilang PHK tersebut merupakan bagian dari strategi efisiensi perusahaan. “Produksi dikurangi, sehingga kebutuhan tenaga kerja ikut disesuaikan,” ujarnya.
PHK dilakukan PT Pama Persada Nusantara. Selain karena penurunan produksi, faktor evaluasi kinerja pekerja juga menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Namun, ke depan, skema pengurangan tenaga kerja diperkirakan tidak selalu melalui PHK. Perusahaan disebut akan lebih banyak melakukan relokasi atau mutasi ke wilayah operasional lain yang masih aktif.
“Pengurangan kemungkinan tetap ada, tetapi dalam bentuk pemindahan ke daerah yang masih membutuhkan tenaga kerja,” kata Asdar. [DIAS/FR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















