LUBANG bekas tambang kembali merenggut nyawa. Seorang anak berusia sembilan tahun, AAP, meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam kolam eks tambang ilegal di Kelurahan Sambutan, Samarinda. Peristiwa ini terjadi di kawasan yang berjarak kurang dari 100 meter dari rumah warga.
Kematian AAP bukan sekadar kecelakaan. Ia menegaskan ancaman nyata yang selama ini ada—lubang tambang yang dibiarkan terbuka di tengah lingkungan permukiman. Di lokasi Pelita VI, RT 14, lubang sedalam sekitar empat meter itu menjadi jebakan yang tak terlihat aman bagi anak-anak.
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Timur (ESDM Kaltim) turun ke lokasi pada 25 April 2026. Peninjauan dilakukan sebagai respons atas insiden tersebut sekaligus memetakan risiko serupa di kawasan padat penduduk.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menyebut kondisi ini tidak bisa dianggap kasus biasa. Ia menegaskan pemerintah daerah tetap harus hadir meski kewenangan tambang berada di tingkat pusat.
“Kami tidak bisa menunggu. Ketika nyawa warga terancam, pemerintah harus hadir dan memastikan ada tindakan konkret,” ujar Bambang di lokasi.
Dari hasil inspeksi, diketahui area tersebut sebelumnya sempat dipasang pagar seng. Namun pengamanan itu tidak bertahan. Aktivitas pembangunan perumahan di sekitar lokasi membuat pagar terbuka kembali, sehingga lubang tambang mudah diakses.

Situasi ini memperbesar risiko, terutama bagi anak-anak yang kerap bermain di sekitar area terbuka. Tanpa pembatas permanen dan pengawasan, lubang eks tambang berubah menjadi ancaman yang setiap saat bisa memakan korban.
Sebagai langkah awal, ESDM Kaltim akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor di lapangan pada akhir April. Pihak RT, kelurahan, kecamatan hingga Pemerintah Kota Samarinda akan dilibatkan untuk menentukan pengamanan fisik di titik-titik rawan.
Di sisi lain, Pemprov Kaltim juga akan membawa kasus ini ke tingkat pusat. Laporan akan disampaikan ke Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara untuk mendorong investigasi dan penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal yang meninggalkan lubang terbuka. [TIA]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















