MASJID Agung Al-Hijrah Bontang membuat pelaksanaan kurban tahun ini terasa berbeda. Bukan hanya karena jumlah hewan kurban meningkat, tetapi juga karena dagingnya mulai menjangkau wilayah pesisir yang selama ini jarang tersentuh distribusi.
Salah satu yang mendapat alokasi khusus adalah kawasan Malahing. Sekira 50 kilogram daging kurban disiapkan untuk warga pesisir agar manfaat Iduladha bisa dirasakan lebih merata.
Pada Iduladha 1447 Hijriah, panitia mencatat sebanyak 13 ekor sapi dan 13 ekor kambing disembelih di lingkungan masjid. Tiga sapi di antaranya berasal dari sumbangan pihak luar, termasuk bantuan Presiden RI Prabowo Subianto.
Ketua Panitia Kurban Masjid Agung Al-Hijrah, Badaruddin Bana, mengatakan total daging yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 1,3 ton di luar tulang. Jumlah itu membuat distribusi bisa diperluas, tidak hanya untuk warga sekitar masjid.
“Untuk wilayah pesisir seperti Melahin, kami alokasikan sekitar 50 kilogram daging kurban agar manfaatnya lebih merata,” ujar Badaruddin, Kamis (28/5/2026).
Panitia juga memperluas daftar penerima manfaat. Tidak hanya warga sekitar, para jemaah aktif yang rutin salat berjemaah di Masjid Al-Hijrah ikut didata meski tinggal di luar kawasan masjid.
“Selama dia aktif berjamaah di sini, kita data dan tetap kita berikan daging kurban,” katanya.
Agar penyaluran tepat sasaran, panitia menggandeng pengurus RT setempat. Daging kurban dijadwalkan mulai dibagikan selepas Salat Zuhur.
Tahun ini, panitia juga melakukan pembenahan dalam proses penyembelihan. Seluruh pemotongan dipusatkan di area masjid untuk meningkatkan transparansi dan memudahkan para pekurban menyaksikan langsung prosesnya.
Langkah itu diambil setelah muncul keinginan dari masyarakat agar proses kurban dilakukan lebih terbuka dan mudah diawasi bersama.
“Semua proses kita lakukan di lingkungan masjid agar bisa diawasi bersama, sehingga tidak ada lagi keraguan dari masyarakat,” tegas Badaruddin.
Guna menjaga proses penyembelihan tetap sesuai syariat dan berjalan cepat, panitia melibatkan Juru Sembelih Halal (Juleha) Bontang. Terutama untuk penanganan sapi bantuan Presiden yang mendapat perhatian khusus.
Selain itu, sejumlah tenaga jagal berpengalaman juga diterjunkan agar proses pemotongan hingga pengolahan daging berlangsung lebih rapi dan efisien.
Tak hanya fokus pada distribusi, panitia turut memikirkan dampak lingkungan. Mereka bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengelola limbah kurban agar tidak mencemari kawasan sekitar masjid.
Tempat penampungan khusus disiapkan sebelum limbah diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Bagi panitia, Iduladha bukan sekadar rutinitas tahunan. Ada upaya agar kurban benar-benar menghadirkan rasa kebersamaan yang lebih luas, termasuk bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kota.
“Masjid Agung ini untuk umat. Jadi kami ingin penerima manfaatnya juga semakin banyak dan merata,” pungkas Badaruddin. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















