IDULADHA selalu identik dengan momen kebersamaan. Aroma sate dan gulai kambing yang menguar dari dapur adalah kebahagiaan yang dinanti banyak keluarga. Namun, di Balikpapan, kebahagiaan itu sempat tersela oleh rasa cemas.
Di tengah kesibukan warga memotong hewan kurban, Kamis (28/5/2026), petugas menemukan cacing hati pada organ sapi di dua lokasi penyembelihan. Kabar ini sontak membuat sebagian warga was-was. Apakah daging kurban tahun ini aman dibawa pulang?
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan bergerak cepat meredam kepanikan. Mereka menjamin temuan ini bukan akhir dunia bagi para penerima daging.
Kepala Bidang Kehewanan dan Peternakan DKP3 Balikpapan, Mohamad Bisri, menegaskan warga bisa bernapas lega. Sisa daging dari hewan yang hatinya terinfeksi dipastikan seratus persen aman masuk ke panci masakan.
“Yang terkena cacing dicungkil atau dibuang bagian yang terinfeksi. Sementara daging dan bagian lainnya tetap aman,” kata Bisri meyakinkan.
Bisri memaparkan, petugas di lapangan memang menjadikan organ dalam sebagai target utama pemeriksaan post-mortem atau pascapenyembelihan. Ibarat alarm tubuh, organ dalam seperti hati paling cepat menunjukkan tanda jika ada yang tak beres pada kesehatan hewan.
Setiap hati sapi yang dipenuhi parasit langsung dipisahkan. Bagian yang rusak disingkirkan agar tak ikut bercampur dengan daging segar yang siap dibagikan ke masyarakat. Petugas tak ingin mengambil risiko yang bisa merusak momen berbagi di hari raya.
Sejauh ini, DKP3 sudah menyisir 62 titik penyembelihan di berbagai sudut Balikpapan. Dari 644 ekor sapi, kambing, dan domba yang diperiksa, hanya dua lokasi yang “kecolongan” parasit ini.
Tugas para dokter hewan dan petugas lapangan belum usai. Fokus mereka tak cuma berhenti di cacing hati. Ada ancaman tak kasat mata lain yang terus diintai, yakni virus mematikan seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dan brucellosis.
Dua penyakit ini butuh penanganan berbeda. Menurut Bisri, jika LSD menyerang seekor sapi terlalu parah, dagingnya bisa divonis tidak layak konsumsi. Begitu pula dengan brucellosis yang sangat merusak organ reproduksi hewan.
Pengawasan ketat akan terus berlangsung hingga tiga hari ke depan. Petugas menyisir masjid, sekolah, hingga permukiman warga untuk memastikan setiap hewan yang dipotong bebas dari penyakit mematikan. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















