DI TENGAH ramainya penyembelihan hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah, petugas kesehatan hewan di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) menemukan tiga sapi yang terindikasi terkena cacing hati.
Temuan itu muncul saat ribuan hewan kurban dipotong serentak di berbagai titik kota, mulai dari halaman masjid hingga kawasan perumahan warga. Kondisi tersebut sempat menjadi perhatian karena daging kurban akan dibagikan langsung ke masyarakat.
Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan (DKP3) Bontang memastikan masyarakat tidak perlu panik. Petugas menegaskan, bagian yang terinfeksi hanya organ hati dan tidak memengaruhi kualitas daging secara keseluruhan.
“Yang terinfeksi itu bagian hati, jadi harus dibuang. Tapi dagingnya tetap layak dikonsumsi,” ujar Ahli Pertama Veteriner DKP3 Bontang, drh Faisal Rahman.
Ia menjelaskan, pengawasan sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelum hari penyembelihan. Petugas mengambil sampel feses hewan kurban untuk diperiksa di laboratorium di Samarinda.
Dari hasil pemeriksaan awal itu, hanya sebagian kecil hewan yang dinyatakan positif terindikasi cacing hati. Data tersebut kemudian menjadi acuan petugas saat melakukan pemeriksaan langsung di lokasi penyembelihan.
Karena sudah memiliki data awal, petugas lapangan melakukan pemeriksaan organ dalam lebih detail, terutama pada bagian hati sapi.
“Jadi ketika dipotong, petugas sudah lebih waspada. Pemeriksaan organ dalam dilakukan lebih cermat,” katanya.
Pada Iduladha tahun ini, ribuan hewan kurban disembelih di Kota Bontang. Data sementara DKP3 mencatat ada 1.065 ekor sapi, 568 kambing, dan 16 domba yang dipotong pada hari pertama.
Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah karena sebagian panitia kurban baru menjadwalkan penyembelihan hingga H+2 Iduladha.
DKP3 juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan organ dalam hewan kurban. Jika ditemukan hati dengan bercak tidak normal, warna berbeda, atau tekstur mencurigakan, organ tersebut sebaiknya langsung dipisahkan dan tidak dikonsumsi. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














