HUJAN yang terus mengguyur wilayah hulu sungai dalam beberapa hari terakhir membawa kecemasan baru bagi warga di Kutai Timur (Kutim). Air sungai meluap, masuk ke permukiman, lalu perlahan menenggelamkan rumah-rumah di bantaran sungai.
Yang paling terdampak berada di Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng. Hingga Kamis, 28 Mei 2026, genangan masih bertahan di sejumlah titik meski debit air mulai menunjukkan tanda-tanda surut.
Rumah-rumah warga yang berdiri dekat aliran sungai menjadi kawasan paling parah terdampak banjir. Aktivitas masyarakat ikut terganggu. Sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil terus memantau tinggi air.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur, Sulastin, mengatakan banjir terjadi setelah debit sungai meningkat akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu selama dua hari terakhir.
“Memang yang terdampak cukup parah itu rumah-rumah yang berada di bantaran sungai. Saat ini air masih bertahan, meski di beberapa titik sudah mulai surut,” kata Sulastin saat dikonfirmasi, Kamis.
Di Kecamatan Muara Wahau, banjir dilaporkan merendam beberapa desa seperti Jabdan, Nehes Liah Bing, dan Jak Luay. Sementara di Kecamatan Kongbeng, genangan sempat terjadi di Desa Miau Baru.
Meski situasi perlahan membaik, sejumlah wilayah masih belum sepenuhnya aman dari genangan. Kawasan Slabing dan Jabdan disebut menjadi titik yang airnya masih bertahan cukup lama.
“Yang masih bertahan itu di Slabing dan Jabdan, tapi informasinya juga mulai surut. Sementara di Kongbeng sudah mulai membaik,” ujarnya.
Di tengah kondisi cuaca yang belum stabil, BPBD Kutai Timur terus melakukan pemantauan bersama pemerintah kecamatan, aparat desa, hingga relawan di lapangan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan warga tetap aman jika sewaktu-waktu debit sungai kembali naik.
Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak. Kebutuhan dasar menjadi prioritas selama masyarakat masih menghadapi genangan banjir.
“Kami tetap akan mengantar logistik ke lokasi terdampak. Saat ini bantuan sedang disiapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Sulastin.
BPBD mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Langit mendung masih menyelimuti sejumlah wilayah Kutai Timur dan hujan di daerah hulu sungai berpotensi kembali terjadi.
Hingga kini belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun warga diminta mengutamakan keselamatan dan mengurangi aktivitas di sekitar aliran sungai sampai kondisi benar-benar stabil. [HAF]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami
















