HARI RAYA Iduladha di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bontang tahun ini terasa berbeda. Sejak pagi, ratusan keluarga datang silih berganti. Ada yang membawa makanan, pakaian, hingga sekadar ingin melepas rindu dengan anggota keluarga yang sedang menjalani masa pidana.
Suasana di dalam lapas mendadak lebih hangat. Di balik tembok tinggi dan pintu besi itu, ruang pertemuan berubah menjadi tempat penuh pelukan, tatapan haru, dan percakapan singkat yang begitu berarti.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya jumlah pengunjung pada hari kedua Iduladha, Kamis (28/5/2026). Layanan kunjungan yang dibuka pihak lapas menjadi momen penting bagi warga binaan untuk bertemu keluarga di hari raya.
Kepala Lapas Kelas IIA Bontang, Suranto, mengatakan total pengunjung pada sesi pagi hingga siang mencapai 924 orang. Sementara jumlah warga binaan yang menerima kunjungan tercatat sebanyak 360 orang.
“Total pengunjung layanan kunjungan hari ini, baik sesi pagi maupun siang mencapai 924 orang dengan 360 warga binaan menerima kunjungan keluarga,” Suranto.
Dia bilang, tingginya antusiasme masyarakat ini menjadi perhatian Lapas Bontang untuk terus memberikan pelayanan kunjungan optimal, tertib, aman, dan humanis kepada keluarga warga binaan, khususnya pada momentum Hari Raya Iduladha.

Pelaksanaan kunjungan berlangsung di aula dalam Lapas Bontang. Meski dipadati pengunjung, suasana tetap berjalan tertib dan kondusif. Petugas terlihat sibuk mengatur antrean, melakukan pemeriksaan, sekaligus memastikan keamanan selama layanan berlangsung.
Bagi sebagian keluarga, kunjungan itu bukan sekadar rutinitas. Ada anak yang akhirnya bisa bertemu ayahnya di hari raya. Ada ibu yang datang membawa makanan kesukaan anaknya. Ada pula keluarga yang memilih diam lebih banyak karena menahan haru.
Momentum Iduladha di Lapas Bontang juga diisi dengan penyembelihan hewan kurban. Pada hari kedua perayaan, lapas menyembelih 5 ekor sapi dan 6 ekor kambing di lingkungan pemasyarakatan.
Daging kurban kemudian dibagikan kepada warga binaan dan pihak-pihak yang berhak menerima. Pembagian itu menjadi simbol kebersamaan sekaligus pengingat bahwa suasana hari raya tetap bisa dirasakan, bahkan dari balik jeruji. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















