DI TENGAH gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sektor pertambangan di Kalimantan Timur (Kaltim) akibat penurunan kuota produksi, PT Palma Serasih Tbk (PSGO) justru mencatat kinerja positif sepanjang 2025.
Perusahaan perkebunan kelapa sawit ini membukukan pendapatan Rp2,55 triliun dengan pertumbuhan laba bersih 26,3 persen, sekaligus memperluas dampak sosial di wilayah operasionalnya.
Kinerja tersebut menunjukkan kontras dengan kondisi industri ekstraktif yang tengah tertekan. PSGO memanfaatkan momentum pertumbuhan untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat, dengan menempatkan produktivitas kebun sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan, Astrida Niovita Bachtiar, menyatakan capaian ini merupakan hasil dari disiplin manajemen dan konsistensi operasional yang dijalankan perusahaan. Menurut dia, keberlanjutan menjadi prinsip utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis.
“Pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kombinasi penerapan praktik manajemen terbaik, konsistensi standar operasional, efisiensi, serta komitmen terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab,” ujar Astrida kepada Pranala.co, Rabu (29/4/2026).
Sejak 2009, PSGO juga mengembangkan kemitraan petani plasma sebagai bagian dari strategi inklusif. Perusahaan mengelola lebih dari 28.000 hektar lahan inti dan plasma, dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra dalam rantai produksi perkebunan.
Selain itu, perusahaan memperluas kontribusi pada sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur sosial. Program tersebut diarahkan untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat sekitar, sejalan dengan visi perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi lokal.
Di sisi lingkungan, PSGO menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan. Perusahaan juga berkolaborasi dengan organisasi konservasi dalam perlindungan habitat orangutan serta pengelolaan kawasan Wehea-Kelay.
“Keberlanjutan bukan hanya kepatuhan, tetapi fondasi dalam setiap keputusan strategis kami,” kata Astrida.
Memasuki 2026, PT Palma Serasih Tbk menargetkan penguatan peran sebagai pelaku industri sawit yang inklusif dan berkelanjutan. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk menciptakan nilai jangka panjang yang seimbang bagi pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan. [TIA]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















