• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Juni 14, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Suara

Ketakutan Singapura

Suriadi Said by Suriadi Said
24 Mei 2022 | 09:57
Reading Time: 3 mins read
0
Ketakutan Singapura

Ustadz Abdul Somad memberikan keterangan kepada wartawan usai memberikan kajian tausiyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/11/2019). | RENO ESNIR/ANTARA FOTO

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter
Ditulis Oleh: ABDUL RAHMAN, Alumni Department of International and Strategic Studies University Malaya

SIKAP imigrasi Singapura mendeportasi Ustad Abdul Somad (UAS) ketika berkunjung ke sana menghina umat Islam Indonesia. UAS adalah ulama yang disegani dan banyak pengikutnya.

Dalam setiap ceramahnya, UAS memang agak keras dan itu terkait karakternya sebagai orang Sumatra Utara. Setahu saya, UAS tidak pernah membahas apalagi mengkritik Singapura dalam ceramahnya.

PILIHAN REDAKSI

Marahnya Gerindra ke Gubernur Kaltim Bambang Bela Gubernur Kaltim Subuh Tanpa Bu Mei Pak Gub, Ingat Unmul Dong! Patah, Orang Dalam Bankaltimtara Ketika Presiden Sentil Gubernur Kaltim

Marahnya Gerindra ke Gubernur Kaltim

26 April 2026 | 01:03
Marahnya Gerindra ke Gubernur Kaltim Bambang Bela Gubernur Kaltim Subuh Tanpa Bu Mei Pak Gub, Ingat Unmul Dong! Patah, Orang Dalam Bankaltimtara Ketika Presiden Sentil Gubernur Kaltim

Bambang Bela Gubernur Kaltim

20 April 2026 | 07:52

Menurut saya pendeportasian UAS wujud ketakutan yang mengada-ada. Pencekalan terhadap UAS membuat saya teringat kejadian di tahun 2008. Saya sempat ditahan ketika masuk ke Singapura. Bedanya saya bukan tokoh atau orang terkenal, jadi wajah saya tidak ditandai mereka selain yang tertera di dalam paspor.

Sebelumnya, tahun 2002, saya pernah tidak diperbolehkan lagi masuk Singapura karena membawa foto kopi tentang pertahanan menyeluruh (total defence) Singapura. Data yang saya bawa berasal dari perpustakaan The Institute of Defence and Strategic Studies (IDSS) di bawah Nanyang Technological University (NTU). Sekarang berganti nama menjadi RSIS.

Akan tetapi Singapura melalui imigrasi sangat curiga terhadap data yang saya bawa. Akhirnya paspor saya dicap ended (berakhir). Saya tidak diperbolehkan lagi masuk Singapura sampai masa berlaku paspor habis.

Waktu itu saya direkomendasikan oleh Dr KS Balakrishnan, di universitas tempat saya belajar. Kalau mau mencari data lengkap ke Singapura. Atas sarannya saya pergi ke Singapura dan membawa surat rekomendasi dari perpustakaan universitas tempat saya belajar. Kebetulan, ada seorang teman menjadi  Research Fellow di IDSS. Melalui dia saya masuk ke perpustakaan.

Dalam mencari data, saya masuk ke Singapura pagi dan balik ke Johor Bahru sore. Setelah tiga hari masuk ke Singapura, saya tidak diperbolehkan lagi ke sana. Pada waktu itu saya berstatus pemegang Visa Multiple Entry Malaysia.

Mengkritisi Singapura

Indonesia sempat bersitegang dengan Singapura mengenai pengembalian uang koruptor yang diparkir di negara Singa tersebut. Singapura berdalih uang yang parkir dari negara luar tidak bisa ditarik tanpa ada perjanjian sebelumnya.

Pada akhirnya Singapura mau mengembalikan tapi dengan satu syarat. Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Susilo  Bambang Yudhoyono harus menyiapkan tempat latihan bagi tentara Singapura. Lokasi sudah ditentukan, yaitu di Kayu Ara Sumatra Selatan. Bermodalkan kesepakatan Military Training Area, Singapura terus mendesak Indonesia.

Pemerintah Indonesia dan Singapura melalui Menteri Pertahanan kedua negara akhirnya menandatangani kesepakatan Defence Cooperation Agreement. Kesepakatan tersebut terkesan sumir karena tidak melibatkan banyak pihak termasuk DPR.

Terkait dengan DCA, saya pun menulis tentang kejanggalan ini. Tanggal 25/8/2007, artikel opini yang saya tulis dimuat di Harian Republika. Judul tulisannya “Singapura sedang Membangun Kekuatan”.

Tulisan ini secara jelas menyerang Singapura karena selalu mengambil “manfaat” ketika Indonesia memerlukan bantuan khusus dari Singapura.

Pada tahun 2008, saya terbang ke Singapura menggunakan pesawat Qatar Airways. Sampai di Changi Airport, saya ditahan imigrasi dan tidak boleh masuk. Adapun tujuan saya ke Singapura mau menuju ke Johor Bahru Malaysia dan airport terdekat adalah Singapura. Berjam-jam saya ditahan tanpa kejelasan dari pihak imigrasi Singapura.

Dalam hati, saya menyadari bahwa tulisan di Harian Republika menjadi sebab mengapa saya ditahan. Saya diinterogasi imigrasi dan intel dengan pertanyaan menjebak dan pihak Singapura tidak punya informasi yang lengkap tentang saya.

Trik yang saya lakukan agar lolos dari petugas imigrasi bahwa nama saya jumlahnya ribuan di Indonesia. Bagaimana Anda yakin bahwa Abdul Rahman yang dimaksud adalah saya. Jabatan saya sebagai Direktur Biro Perjalanan sambil memperlihatkan kartu nama.

Tuduhan bahwa saya pernah masuk Thailand tidak pernah saya akui. Karena di Thailand saya tidak ada agenda politik. Apalagi sampai melakukan agitasi atau gerakan lainnya seperti makar. Ke Thailand urusan riset dengan beberapa teman Indonesia. Semua pembiayaan ditanggung Toyota Foundation.

Arogansi Singapura

Singapura sangat membutuhkan hubungan baik dengan Indonesia tapi terkesan seperti tidak butuh. Saya sering bartanya, mengapa sikap Singapura terlalu reaktif terhadap Indonesia. Padahal Singapura sangat bergantung dengan Indonesia. Andai Indonesia menutup hubungan diplomatik dengan Singapura, dapat dipastikan ekonomi Singapura lumpuh total.

Ruang udara Indonesia tidak bisa digunakan Singapura. Artinya lapangan terbang Changi menjadi airport mati. Begitu juga Selat Phillip yang berbatasan dengan Indonesia tidak bisa dilalui kapal-kapal Singapura.

Selain itu, keberhasilan NUS dan NTU menjadi perguruan tinggi terbaik di Asia tidak lepas dari banyaknya mahasiswa Indonesia belajar di sana. Begitu juga rumah sakit seperti Mount Elizabeth kebanyakan pasien berasal dari Indonesia.

Banyak orang Indonesia berkunjung ke Singapura secara tidak langsung turut membantu kemajuan ekonomi Singapura. Hampir semua penduduk Singapura familiar dengan nama Indonesia. Sayangnya, sikap Singapura tidak diikuti rasa terima kasih. Bahkan mantan Presiden BJ Habibie pernah menyebut Singapura bukanlah tetangga baik.

Apa jadinya Singapura kalau Indonesia berani melakukan penutupan hubungan diplomatik? Bisa jadi Perdana Menteri Singapura tiap hari datang ke Indonesia mengemis untuk normalisasi hubungan.

Kiranya inilah pertaruhan suatu negara kalau ada rakyatnya dilecehkan oleh negara lain. Negara seperti Indonesia seharusnya berani melakukan tindakan nyata, yaitu membela rakyatnya. Sebaliknya, kita akan dimanfaatkan negara lain kalau kita lemah dalam bertindak.

Membela rakyat Indonesia di luar negeri harus menjadi bagian dari kepentingan nasional karena di dalamnya terkait harkat dan martabat bangsa Indonesia. UAS layak dibantu dan diperjuangkan haknya karena beliau adalah aset Indonesia di bidang pendidikan agama Islam. Dan Singapura harus menghargai itu.

 

[RED]

Tags: OpiniUstaz Abdul Somad
Previous Post

Ekspor CPO Dibuka, Harga Minyak Goreng di Balikpapan Masih Mahal

Next Post

Kukar Masih Banjir, Puluhan Pelajar Terpaksa Diangkut Truk demi Ikut Ujian

BACA JUGA

Revita Pratiwi, Perempuan di Balik Distribusi Pupuk Nasional dan Prestasi MB Pupuk Kaltim

Revita Pratiwi, Perempuan di Balik Distribusi Pupuk Nasional dan Prestasi MB Pupuk Kaltim

14 Juni 2026 | 00:39
Lewat Gantungan Kunci, Pemuda Kutim jadi Duta Literasi Keuangan OJK Kaltim-Kaltara 2026

Lewat Gantungan Kunci, Pemuda Kutim jadi Duta Literasi Keuangan OJK Kaltim-Kaltara 2026

9 Juni 2026 | 17:01
Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

Dari Pulau Kecil di Pangkep, Nur Aulia Tembus Forum Internasional Tiga Negara

18 Mei 2026 | 09:01
VIDEO: Unmul Samarinda Juara Campus League 2026 Unmul Juara Campus League Samarinda, Wakili Kalimantan ke Tingkat Nasional

VIDEO: Unmul Samarinda Juara Campus League 2026

11 Mei 2026 | 23:45
Berawal Kagum Nonton Paskibraka di Televisi, Kini Gus Luthfy Wakili Bontang Ikuti Seleksi Nasional 2026

Berawal Kagum Nonton Paskibraka di Televisi, Kini Gus Luthfy Wakili Bontang Ikuti Seleksi Nasional 2026

11 Mei 2026 | 13:55
INFOGRAFIS: Fakta-Fakta Renovasi Rumah Dinas Gubernur Kaltim

INFOGRAFIS: Fakta-Fakta Renovasi Rumah Dinas Gubernur Kaltim

6 Mei 2026 | 11:23
Next Post

Kukar Masih Banjir, Puluhan Pelajar Terpaksa Diangkut Truk demi Ikut Ujian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Respons Bankaltimtara soal Oknum Bhayangkari sekaligus Pegawai Diduga Tipu Nasabah Rp1,15 Miliar

Respons Bankaltimtara soal Oknum Bhayangkari sekaligus Pegawai Diduga Tipu Nasabah Rp1,15 Miliar

8 Juni 2026 | 18:02
SD Swasta Mendominasi Hasil TKA Bontang 2026, Berikut Daftarnya

SD Swasta Mendominasi Hasil TKA Bontang 2026, Berikut Daftarnya

10 Juni 2026 | 13:21
Buntut Rekomendasi BPK, Pengelolaan Zakat ASN Kutim Dirombak Total

Buntut Rekomendasi BPK, Pengelolaan Zakat ASN Kutim Dirombak Total

10 Juni 2026 | 18:53
Bukan Kaltim, Investigasi Kecelakaan Tambang KPC Diambil Alih Pusat, Ada Apa? Memo Internal Bocor, PT KPC Buka Suara soal Kecelakaan Kerja Fatal

Bukan Kaltim, Investigasi Kecelakaan Tambang KPC Diambil Alih Pusat, Ada Apa?

8 Juni 2026 | 10:00
Bangunan KMP Belum Berizin, Mengapa Satpol PP Bontang Belum Bertindak?

Bangunan KMP Belum Berizin, Mengapa Satpol PP Bontang Belum Bertindak?

12 Juni 2026 | 09:11

Terbaru

Revita Pratiwi, Perempuan di Balik Distribusi Pupuk Nasional dan Prestasi MB Pupuk Kaltim

Revita Pratiwi, Perempuan di Balik Distribusi Pupuk Nasional dan Prestasi MB Pupuk Kaltim

14 Juni 2026 | 00:39
Bambang Soepriyadi Terpilih Aklamasi Pimpin Demokrat Kaltim hingga 2031

Bambang Soepriyadi Terpilih Aklamasi Pimpin Demokrat Kaltim hingga 2031

14 Juni 2026 | 00:24
Pulang Kuliah, Mahasiswi di Samarinda Tiba-Tiba Roboh Kena Tembakan

Pulang Kuliah, Mahasiswi di Samarinda Tiba-Tiba Roboh Kena Tembakan

14 Juni 2026 | 00:07
Jejak Email jadi Petunjuk, Remaja Bontang yang Hilang Ditemukan di Samarinda

Jejak Email jadi Petunjuk, Remaja Bontang yang Hilang Ditemukan di Samarinda

13 Juni 2026 | 23:49
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 328000651

article 328000652

article 328000653

article 328000654

article 328000655

article 328000656

article 328000657

article 328000658

article 328000659

article 328000660

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 888000071

article 888000072

article 888000073

article 888000074

article 888000075

article 888000076

article 888000077

article 888000078

article 888000079

article 888000080

article 888000081

article 888000082

article 888000083

article 888000084

article 888000085

article 888000086

article 888000087

article 888000088

article 888000089

article 888000090

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

article 868100061

article 868100062

article 868100063

article 868100064

article 868100065

article 868100066

article 868100067

article 868100068

article 868100069

article 868100070

article 868100071

article 868100072

article 868100073

article 868100074

article 868100075

article 868100076

article 868100077

article 868100078

article 868100079

article 868100080

cuaca 898100041

cuaca 898100042

cuaca 898100043

cuaca 898100044

cuaca 898100045

cuaca 898100046

cuaca 898100047

cuaca 898100048

cuaca 898100049

cuaca 898100050

cuaca 898100051

cuaca 898100052

cuaca 898100053

cuaca 898100054

cuaca 898100055

cuaca 898100056

cuaca 898100057

cuaca 898100058

cuaca 898100059

cuaca 898100060

cuaca 898100061

cuaca 898100062

cuaca 898100063

cuaca 898100064

cuaca 898100065

cuaca 898100066

cuaca 898100067

cuaca 898100068

cuaca 898100069

cuaca 898100070

cuaca 898100071

cuaca 898100072

cuaca 898100073

cuaca 898100074

cuaca 898100075

cuaca 898100076

cuaca 898100077

cuaca 898100078

cuaca 898100079

cuaca 898100080

cuaca 898100081

cuaca 898100082

cuaca 898100083

cuaca 898100084

cuaca 898100085

cuaca 898100086

cuaca 898100087

cuaca 898100088

cuaca 898100089

cuaca 898100090

cuaca 898100091

cuaca 898100092

cuaca 898100093

cuaca 898100094

cuaca 898100095

cuaca 898100096

cuaca 898100097

cuaca 898100098

cuaca 898100099

cuaca 898100100

cuaca 898100101

cuaca 898100102

cuaca 898100103

cuaca 898100104

cuaca 898100105

cuaca 898100106

cuaca 898100107

cuaca 898100108

cuaca 898100109

cuaca 898100110

cuaca 898100111

cuaca 898100112

cuaca 898100113

cuaca 898100114

cuaca 898100115

cuaca 898100116

cuaca 898100117

cuaca 898100118

cuaca 898100119

cuaca 898100120

cuaca 898100121

cuaca 898100122

cuaca 898100123

cuaca 898100124

cuaca 898100125

cuaca 898100126

cuaca 898100127

cuaca 898100128

cuaca 898100129

cuaca 898100130

cuaca 898100131

cuaca 898100132

cuaca 898100133

cuaca 898100134

cuaca 898100135

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

article 710000061

article 710000062

article 710000063

article 710000064

article 710000065

article 710000066

article 710000067

article 710000068

article 710000069

article 710000070

article 710000071

article 710000072

article 710000073

article 710000074

article 710000075

article 710000076

article 710000077

article 710000078

article 710000079

article 710000080

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

article 999990021

article 999990022

article 999990023

article 999990024

article 999990025

article 999990026

article 999990027

article 999990028

article 999990029

article 999990030

article 999990031

article 999990032

article 999990033

article 999990034

article 999990035

article 999990036

article 999990037

article 999990038

article 999990039

article 999990040

cuaca 638000001

cuaca 638000002

cuaca 638000003

cuaca 638000004

cuaca 638000005

cuaca 638000006

cuaca 638000007

cuaca 638000008

cuaca 638000009

cuaca 638000010

cuaca 638000011

cuaca 638000012

cuaca 638000013

cuaca 638000014

cuaca 638000015

cuaca 638000016

cuaca 638000017

cuaca 638000018

cuaca 638000019

cuaca 638000020

news-1701