Pranala.co, BONTANG — Asap tipis mulai terlihat dari kejauhan, Jumat (10/10/2025) sore. Warga Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, panik. Semak belukar di kawasan Jalan Kol tiba-tiba terbakar. Api cepat menjalar di tengah cuaca panas yang menekan.
Kabar kebakaran itu segera sampai ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang. Hanya lima belas menit setelah laporan diterima pukul 15.25 Wita, tim pemadam sudah meluncur ke lokasi.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.05 Wita. Kami bekerja sama dengan sekuriti Badak LNG dan warga setempat,” ujar Usman, Kepala BPBD Bontang, didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Ismail Abdullah, Jumat malam.
Luas area terbakar sekira 0,0181 hektare—tidak sampai sebesar lapangan bola. Namun di tengah musim kering, lahan sekecil apa pun bisa jadi ancaman.
Ismail menuturkan, tim pemadam menggunakan pompa punggung untuk menjangkau titik-titik api yang tersebar di lahan kering. Beruntung, angin tak bertiup kencang sore itu. Api pun cepat dikendalikan.
“Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan berarti. Kondisi saat ini sudah aman dan terkendali,” katanya.
Usman menyampaikan apresiasi kepada warga yang sigap melapor. Respons cepat dari masyarakat, kata dia, membuat api tak sempat meluas.
“Kolaborasi antara warga, pihak perusahaan, dan BPBD sangat menentukan. Ini bukti kalau kerja bersama bisa menekan risiko bencana,” ujarnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa cuaca Bontang sedang tidak menentu. Kadang panas menyengat, kadang lembap. Kondisi ini bisa berlangsung hingga Desember.
“Masyarakat harus tetap waspada. Jangan membakar sampah atau lahan tanpa pengawasan. Api sekecil apa pun bisa cepat membesar,” tegasnya.
BPBD Bontang juga mengimbau warga untuk segera melapor jika melihat titik api, seberapa kecil pun. Tindakan cepat bisa mencegah kebakaran besar.
“Lebih baik mencegah daripada memadamkan,” kata Usman lagi.
Kebakaran lahan, meski kecil, membawa dampak besar. Asapnya mencemari udara, mengganggu pernapasan, dan menurunkan kualitas lingkungan.
Karena itu, BPBD terus mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif. Bukan hanya saat api sudah menyala, tapi sejak sebelum percikan pertama muncul. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










