Kawasan Pinggiran Samarinda Diizinkan Sekolah Tatap Muka

Ilustrasi belajar tatap muka di sekolah. (Foto Antara).

PEMKOT Samarinda menunda sekolah tatap muka. Meski demikian, beleid tersebut hanya berlaku di kawasan kota. Sementara daerah pinggiran tak demikian. Berambai misalnya, area ini mendapat lampu hijau laksanakan belajar tatap muka.

“Saya sudah minta kepada Dinas Pendidikan untuk mengizinkan belajar tatap muka (di kawasan Berambai). Karena murid-muridnya hanya yang tinggal di daerah sini saja,” ujar Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang seperti dilansir dari laman resmi Pemkot Samarinda, Senin (11/1) sore.

Kawasan Berambai, masuk dalam Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara. Secara umum, kecamatan ini masuk zona merah. Namun pemkot punya pertimbangan lain, daerah ini tak punya warga banyak.

Tak hanya itu penyebaran virus corona juga tak semasif seperti di perkotaan, sehingga pelaksanaan belajar tatap muka tak menjadi masalah. Tak hanya itu infrastruktur pendukung untuk belajar online yakni jaringan internet juga tak sepenuhnya memadai.

“Saya juga sudah minta kepada Dinas Kominfo untuk membantu alat penguat jaringan di daerah ini,” tegasnya.

Sejauh ini data dihimpun, akumulasi positif corona di Samarinda sudah mencapai angka 7.336 kasus. Sebanyak 6.605 pasien di antaranya alami kesembuhan. Menyisakan 504 orang dalam perawatan. Baik isolasi mandiri atau rumah sakit.

Meski demikian 227 di antaranya meninggal dunia. Dari sepuluh kecamatan di Samarinda, empat di antaranya zona merah yakni Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda Ulu, Samarinda Utara dan Sungai pinang.

Keempat wilayah ini merawat lebih dari 50 kasus aktif virus corona. Sementara zona oranye, ada Samarinda Ilir dan Sambutan. Di kawasan ini ada 26-50 kasus aktif. Lalu sisanya, ada Samarinda Kota, Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir dan Palaran itu zona kuning. Di area ini ada 1-25 kasus COVID-19. Itu sebab, Jaang meminta pengajar, murid dan sekolah sama-sama waspada.

“Selalu menjaga protokol kesehatan di sekolah. Kalau (domisili guru) berada di zona rawan kami rekomendasi untuk swab antigen dulu sebelum mengajar,” pinta wali kota dua periode tersebut.

Jaang juga menambahkan, sekolah jagan sampai lupa memastikan air wastafel mengalir dengan deras karena menurutnya ini bagian terpenting dalam pencegahan COVID-19. Tak lain dan tak bukan protokol kesehatan 3M. Mulai dari mencuci tangan, memakai masker dan menghindari kerumunan.

“Intinya keputusan ini diambil bersama-sama bukan karena izin wali kota melainkan Dinas Pendidikan yang juga ikut andil dengan mengedepankan kesehatan dan keselamatan pelajar di Samarinda,” pungkasnya.

 

 

[dn]

More Stories
Bakhtiar Wakkang Minta Pemkot Berinovasi Tarik Konsumen ke Pasar Tradisional