KABAR melegakan sekaligus haru datang dari Tanah Suci. Sebanyak 110 jemaah haji Bontang telah menyelesaikan seluruh rangkaian rukun Islam kelima di Mekkah dan kini sedang menghitung hari untuk kembali ke tanah air.
Rasa syukur membuncah karena fisik mereka mampu melewati ujian cuaca ekstrem Arab Saudi selama prosesi penting di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Air mata bahagia juga tumpah saat jemaah menyelesaikan Tawaf Wada’ sebagai tanda perpisahan dengan Ka’bah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bontang, Najmudin Tamini, mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatan jemaah yang berada di Mekkah saat ini terpantau sangat baik.
“Alhamdulillah, sampai sekarang tidak ada laporan jemaah yang sakit di sana. Semua menjalankan ibadah dengan lancar,” ujar Najmudin saat dihubungi, Senin (1/6/2026).
Meski mayoritas sudah menggenggam predikat haji mabrur, Najmudin menyebut ada beberapa jemaah wanita yang harus menunda Tawaf Wada karena siklus bulanan. Penyesuaian fisik akibat kelelahan pasca-Armuzna juga sempat membuat beberapa jemaah harus beristirahat ekstra di hotel.
“Itu hal yang umum terjadi dan bisa diatasi petugas. Secara keseluruhan tidak ada masalah serius di Mekkah,” tuturnya.
Rombongan yang berangkat pada 17 Mei 2026 lalu ini sebenarnya membawa 112 nama dari Bontang. Sayangnya, tidak semua bisa melihat langsung kemegahan Masjidil Haram.
Dua jemaah terpaksa mengubur impian mereka melihat Kakbah tahun ini tepat beberapa saat sebelum pesawat lepas landas dari Embarkasi Balikpapan. Kondisi kesehatan yang memburuk secara mendadak membuat tim medis menjatuhkan vonis tidak layak terbang.
Keduanya langsung dilarikan ke RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk menjalani perawatan intensif, sementara rekan-rekan satu rombongannya terbang ke Arab Saudi dengan hati yang berat.
“Keduanya sempat dirawat di Balikpapan dan dengan berat hati tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci,” jelas Najmudin, menyiratkan empati mendalam.
Kini, fokus panitia adalah menjaga kebugaran 110 jemaah yang tersisa agar tetap prima menjelang penerbangan panjang menuju Kalimantan Timur. Kerinduan mendalam dari keluarga di Bontang sudah menunggu di ujung bandara.
“Semoga semua jemaah tetap sehat hingga hari kepulangan nanti, dan ibadahnya diterima menjadi haji yang mabrur,” pungkas Najmudin. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















