
MENJELANG Porprov Kaltim, kekhawatiran muncul dari DPRD Berau. Bukan soal lawan tanding, melainkan kesiapan atlet yang dinilai masih dibangun dengan pola “kebut semalam”.
Anggota DPRD Berau, Saga, secara terbuka mengkritik model pembinaan atlet yang cenderung aktif hanya saat mendekati ajang besar. Ia menilai pola ini berisiko menurunkan performa, bahkan membuka peluang cedera bagi atlet.
“Kalau diporsir dekat waktu pertandingan, atlet bisa kelelahan dan bisa cedera,” kata Saga.
Menurutnya, persoalan ini bukan hal baru. Setiap menjelang event besar, cabang olahraga kerap berpacu dengan waktu untuk mengejar kesiapan atlet. Akibatnya, proses latihan menjadi tidak ideal dan minim pematangan mental bertanding.
Saga menekankan, pembinaan atlet seharusnya berjalan sepanjang tahun. Turnamen rutin dinilai penting, bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai ruang menjaga ritme, konsistensi, dan pengalaman tanding atlet.
Tanpa pola tersebut, ia menilai daerah hanya akan bergantung pada “momen” alih-alih sistem. Dampaknya, prestasi sulit stabil dan cenderung fluktuatif di setiap ajang.
Lebih jauh, Saga menyoroti peran pemerintah daerah yang dinilai harus hadir lebih konkret. Dukungan tidak cukup sebatas wacana, melainkan harus tercermin dalam kebijakan dan alokasi anggaran yang berpihak pada pembinaan jangka panjang.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan sejak usia dini. Menurutnya, atlet berprestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang terstruktur dan berkesinambungan.
Di sisi lain, koordinasi antar lembaga juga menjadi catatan. Saga meminta sinergi antara Dispora, KONI Berau, dan seluruh cabang olahraga diperkuat agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Keberhasilan atlet adalah hasil kolaborasi semua pihak,” ujarnya.
Bagi Saga, persoalan ini bukan sekadar soal olahraga. Prestasi atlet membawa nama daerah, membangun kebanggaan publik, sekaligus mencerminkan kualitas pembinaan sumber daya manusia.
Dengan waktu menuju Porprov yang kian dekat, ia mengingatkan bahwa pembenahan sistem tidak bisa lagi ditunda. Jika pola lama terus dipertahankan, Berau berisiko kembali menghadapi masalah yang sama: atlet yang siap bertanding, tetapi tidak benar-benar siap menang. [ADS/DPRD BERAU]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















