DI BALIK seragam sekolahnya, M (18) menyimpan rahasia besar yang akhirnya menghancurkan masa depannya. Pelajar salah satu SMK di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) ini ditangkap polisi karena terlibat jaringan narkoba kelas kakap.
Bukan sekadar ikut-ikutan, M diduga kuat menapaki jejak kelam sang ayah yang lebih dulu mendekam di balik jeruji besi dengan kasus serupa. Sebuah “warisan” keluarga yang berakhir tragis.
Kabar penangkapan M menyambar bak petir di siang bolong bagi warga Kelurahan Tanjung Laut. Selama ini, remaja 18 tahun itu dikenal sebagai anak rumahan yang tak banyak ulah.
Ketua RT 22, Thamrin Juansah, mengaku tak pernah menaruh curiga pada M. Di matanya, M hanyalah pelajar biasa yang aktivitasnya hanya seputar rumah dan sekolah. Bahkan, M diketahui masih sering meminta uang jajan kepada ibunya.
“Kalau M ini benar-benar tidak ada yang menyangka. Biasanya dia hanya sekolah saja,” cerita Thamrin saat ditemui Pranala.co, Jumat (29/5/2026).
Namun, ketenangan itu hanyalah kedok. Di balik sikap pendiamnya, M ternyata sudah mulai “magang” menjadi kurir barang haram tersebut. Kepada petugas, ia mengaku baru dua kali mengantar paket sabu karena tergiur hasil yang instan.
Keluarga M sebenarnya sudah lama masuk dalam radar pihak berwajib. Ayahnya sudah ditangkap beberapa bulan lalu karena mengedarkan sabu. Thamrin bercerita, rumah yang ditinggali keluarga tersebut memang terasa tertutup dari lingkungan sekitar.
Peringatan demi peringatan sebenarnya sudah sering dilontarkan. Thamrin bahkan mengaku pernah menegur ayah M hingga empat kali karena adanya laporan aktivitas mencurigakan dari warga.
“Saya sudah ingatkan, jangan buat ulah di wilayah ini. Tapi laporan dari warga terus muncul,” katanya. Sayangnya, peringatan itu tak digubris hingga akhirnya sang ayah terciduk dengan paket sabu kecil.
Ironisnya, sang anak justru membawa “bisnis” ini ke level yang lebih nekat.
Penangkapan M dan rekannya, MAP (17), Senin malam (11/5/2026) mengungkap fakta yang jauh lebih mengerikan. Jika ayahnya dulu hanya bermain di paket kecil, M ditemukan membawa barang bukti yang sangat besar.
Tim Satresnarkoba Polres Bontang menemukan sabu dengan total berat mencapai 854,67 gram. Barang bukti itu ditemukan tersebar mulai dari kotak rokok, dashboard motor, hingga disembunyikan di dalam tas sekolah milik M.
“Saya lihat sendiri waktu penggeledahan, paketnya besar-besar,” ungkap Thamrin dengan nada tak percaya.
Kini, seragam SMK yang seharusnya menjadi tiket M menuju masa depan, berganti dengan rompi tahanan. Ia dan rekannya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Polres Bontang, menyusul sang ayah yang sudah lebih dulu masuk ke lorong gelap yang sama. [FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














