MUSIM penerimaan sekolah selalu menjadi momen mendebarkan bagi para orang tua. Di Balikpapan, pemerintah kota mengambil langkah untuk memastikan tidak ada lagi celah bagi praktik curang atau jalur belakang.
Melalui pelaksanaan SPMB Balikpapan 2026 yang kini sepenuhnya daring, seluruh calon siswa memiliki kesempatan yang setara. Langkah digital ini sengaja diambil untuk memotong bayang-bayang titipan pejabat atau oknum tertentu.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan untuk mengawal ketat proses seleksi ini. Pihaknya memastikan sistem digital akan menutup ruang bagi siapa saja yang mencoba mengintervensi hasil penerimaan murid baru.
“Kami tidak mentoleransi praktik gratifikasi atau intervensi dalam bentuk apa pun,” ujar Bagus dengan nada bicara lugas, Kamis (18/6/2026).
Proses pendaftaran sendiri sudah bergulir sejak 15 Juni lalu dan dijadwalkan berakhir 13 Juli 2026 mendatang. Selama hampir sebulan penuh, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat bakal memelototi setiap tahapan agar berjalan sesuai regulasi.
Satu hal yang ditekankan oleh pemerintah kota tahun ini adalah transparansi yang bisa diakses dari genggaman tangan. Karena berbasis daring, masyarakat dan orang tua murid bisa langsung memantau pergerakan posisi anak mereka secara terbuka serta objektif.
Bagus juga mengingatkan bahwa seluruh rangkaian seleksi ini tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Jaminan ini diberikan agar keadilan sosial dalam akses pendidikan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat kota minyak.
Sistem digital ini dinilai efektif menekan peluang adanya perlakuan khusus terhadap calon peserta didik. Semua anak, dari latar belakang apa pun, punya hak dan jalur penilaian yang persis sama.
Meski sistem digital yang dibangun sudah diperketat, celah penipuan biasanya muncul dari kepanikan orang tua. Oleh karena itu, Bagus meminta para wali murid untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur resmi yang telah disediakan.
Orang tua diimbau tidak mudah tergiur oleh janji manis oknum atau calo yang mengklaim bisa meloloskan anak mereka ke sekolah tertentu. Keberhasilan SPMB yang bersih, menurutnya, butuh kerja sama dua arah antara ketegasan sistem pemerintah dan kejujuran masyarakat. [RUL]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















