BADAN Jalan Koi atau Jalan Siagian di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) yang sempat ambles di tepi sungai kini mulai dipulihkan. Hingga awal Mei 2026, progres pembangunan turap penahan sungai di kawasan tersebut telah mencapai sekira 70 persen.
Proyek senilai Rp1,75 miliar itu menjadi perhatian karena lokasi kerusakan berada di jalur padat aktivitas warga. Selain menjadi akses lingkungan, jalan tersebut setiap hari dilintasi pelajar SMP 7 Bontang.
Sebelum diperbaiki, sebagian struktur jalan terlihat patah dan miring ke arah sungai. Pengendara harus memperlambat kendaraan dan menghindari sisi jalan yang rawan longsor. Pada beberapa waktu, kondisi itu memicu antrean kendaraan karena sebagian badan jalan ditutup.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang kini mempercepat pekerjaan agar akses warga segera normal kembali. Kepala Dinas PUPR Bontang Edy Prabowo mengatakan percepatan dilakukan tanpa mengurangi standar konstruksi.
“Kami terus memastikan agar pengerjaan bisa selesai dengan cepat dan tentu sesuai standar,” ujar Edy, Rabu (6/5/2026).
Pekerjaan meliputi pembangunan turap sepanjang sekitar 50 meter dan pengaspalan ulang jalan. Turap dibangun untuk menahan tekanan air sungai yang selama ini menggerus sisi jalan, terutama saat debit meningkat ketika hujan deras.
Menurut Edy, proyek tersebut sebenarnya dijadwalkan selesai hingga akhir Juni 2026. Namun pemerintah menargetkan penyelesaian lebih cepat agar dampak penutupan jalan terhadap masyarakat bisa diminimalkan.
“Lebih bagus jika selesai lebih cepat, agar jalanan yang harus ditutup selama pengerjaan bisa segera dibuka kembali,” katanya.
Perbaikan Jalan Koi menjadi salah satu proyek penanganan infrastruktur bantaran sungai di Bontang. Pemkot Bontang berharap perbaikan itu tak hanya memulihkan akses warga, tetapi juga mengurangi risiko kerusakan jalan akibat erosi sungai di masa mendatang. [DIAS/FR]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami














