Pranala.co, BONTANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menuai banyak kritik di sejumlah daerah, justru berjalan mulus di Kota Bontang. Sejak dimulai Juli 2025 lalu, nyaris tak ada keluhan berarti dari sekolah maupun orang tua siswa.
Di daerah lain, masalah yang muncul beragam. Ada yang mengeluhkan porsi terlalu kecil, makanan basi, hingga guru yang kewalahan saat membagikan. Namun, di Bontang semua berjalan tertib.
Kepala Regional Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) BGN Bontang, Surya Dwi Saputra, menyebut kunci keberhasilan ada pada pengawasan yang ketat dan kerja sama lintas pihak.
“Sejak awal kami bentuk satgas khusus. Anggotanya dari DKP3, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Bidang Ekonomi. Tugasnya memastikan program berjalan sesuai standar,” ujar Surya, Minggu (7/9/2025).
Setiap dapur penyedia makanan diwajibkan menempatkan ahli gizi. Mereka bertugas memantau menu, mengatur porsi sesuai kebutuhan siswa, sekaligus menjamin keamanan makanan.
Surya menegaskan, semua makanan dimasak di hari yang sama sebelum dibagikan. “Masakannya fresh. Itulah kenapa setiap dapur wajib ada ahli gizi. Agar kualitas dan keamanan tetap terjaga,” jelasnya.
Tak hanya itu, semua relawan dapur juga diwajibkan ikut pelatihan penjamah makanan bersama Dinas Kesehatan. Pelatihan ini penting untuk memastikan higienitas sejak proses memasak hingga penyajian.
“Dengan begitu, kekhawatiran soal keracunan bisa ditepis,” tambah Surya.
Masalah distribusi yang sering jadi sumber keluhan di daerah lain juga diantisipasi sejak awal. SPPG Bontang rutin bertemu kepala sekolah, mulai SD, SMP, hingga SMA, untuk menyamakan pemahaman soal mekanisme pembagian makanan.
Hasilnya jelas. Tidak ada laporan makanan basi, tidak ada siswa yang kekurangan porsi, dan guru pun tidak kewalahan saat pembagian. Semua berjalan lancar. (FR)








