BONTANG, Pranala.co – Keselamatan perjalanan darat menjadi perhatian serius Kepolisian Resor (Polres) Bontang, terutama menjelang arus mudik Idulfitri 2026. Menyusul temuan sejumlah sopir travel yang terindikasi menggunakan narkotika, kepolisian memastikan akan meningkatkan pengawasan melalui tes acak di lapangan.
Kapolres Bontang, AKBP Widho Andiani, menegaskan bahwa kondisi fisik dan mental pengemudi menjadi faktor utama dalam menjamin keselamatan penumpang, khususnya pada perjalanan jarak jauh antar kota.
“Pengemudi yang bepergian antar kota harus dalam kondisi sehat, tidak mengonsumsi narkoba atau zat berbahaya lainnya,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Sebagai langkah preventif, Polres Bontang akan menggelar pemeriksaan secara acak terhadap sopir angkutan penumpang maupun barang. Pemeriksaan dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya guna memastikan efektivitas pengawasan.
Razia tersebut akan menyasar sopir travel, truk, dan kendaraan umum lain yang telah terdata maupun yang beroperasi di jalur-jalur tertentu.
“Lokasi dan waktunya tidak kami sampaikan karena sifatnya acak,” kata Widho.
Menurut Kapolres, mengemudi dalam pengaruh narkotika memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan. Penggunaan zat terlarang dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat refleks, serta meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, selain penindakan hukum, pihak kepolisian juga akan mengedepankan pendekatan edukatif kepada para pengemudi dan perusahaan transportasi.
“Edukasi ini penting untuk membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya soal keterampilan mengemudi, tetapi juga kondisi tubuh dan kepatuhan terhadap aturan,” jelasnya.
Polres Bontang juga mengingatkan para pengemudi untuk selalu memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum digunakan, mulai dari sistem pengereman, lampu, hingga kondisi ban.
Di sisi lain, penggunaan narkotika ditegaskan sebagai pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi dalam dunia transportasi.
“Jangan sampai ada anggapan menggunakan narkoba bisa membuat kuat saat menyetir. Itu keliru dan justru membahayakan,” tegas Widho. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















