Pranala.co, BONTANG – Warga Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan elpiji subsidi ukuran 3 kilogram atau gas melon. Pasokan terbatas, sementara permintaan terus naik. Agen hingga pengecer pun kewalahan melayani pembeli.
Simatupang, pemilik toko di Kelurahan Telihan, mengaku stok gas sempat kosong sejak Sabtu (6/9/2025). Pengiriman baru datang, Selasa (9/9/2025), itu pun jumlahnya sangat sedikit.
“Datang cuma 30 tabung. Biasanya bisa 50 tabung. Dalam sejam langsung habis semua. Padahal saya jual sesuai harga, Rp32 ribu per tabung,” ungkapnya.
Hal serupa dialami Hendra, pemilik toko di Jalan A Yani, Tanjung Laut. Ia menyebut elpiji yang masuk pagi hari selalu habis sebelum siang.
“Mungkin karena kemarin kosong, jadi begitu ada barang, warga langsung berebut,” katanya.
Kondisi ini juga dibenarkan Rahman, kasir di SPBU Kopkar PKT, salah satu outlet resmi penjualan gas melon. Menurutnya, pasokan sebenarnya datang rutin setiap hari, kecuali saat libur. Namun kuotanya jauh dari cukup.
“Hanya 25 tabung per hari. Sementara permintaan jelas lebih banyak. Karena itu sekarang pembeli wajib tunjukkan KTP dan KK. Kalau sudah habis, warga masuk daftar tunggu untuk besok,” jelasnya.
Rahman juga mengingatkan agar masyarakat tidak panik membeli atau menimbun. Elpiji subsidi, kata dia, memang diperuntukkan untuk kebutuhan rumah tangga menengah ke bawah.
“Selama ini harga tetap mengacu pada HET yang berlaku di Bontang,” tambahnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















