Dilaporkan Hilang saat Melaut, Nelayan Penajam Ditemukan Meninggal Dunia

  • Whatsapp
Proses pencarian korban oleh tim SAR dan BPBD PPU. (IDN Times/Ervan)

SEORANG nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) bernama Muhammad Zainal (25) ditemukan meninggal dunia pukul 10.00 Wita. Sehari sebelumnya, korban sempat dilaporkan hilang saat mencari ikan di laut.

Sumber kerabat korban menyebutkan, tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU memang sudah menemukan jasad korban. Mereka lantas mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka di RT 02 Nomor 48 Kelurahan Sesumpu Kecamatan Penajam PPU.

Bacaan Lainnya

“Jenazah korban telah dibawa ke rumah keluarga untuk selanjutnya dimakamkan sebagaimana mestinya,” ungkapnya, Jumat (19/2).

Sumber ini mengatakan, tim gabungan menemukan jasad korban di sekitar korban biasa melempar rengge atau jala ikan. Lokasinya terletak sekitar satu mil dari darat dan berdekatan lokasi rig pengeboran PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

“Tim gabungan pencarian berhasil menemukan jasad korban sekitar satu mil dari darat dekat area rig PHKT. Kini jasa korban disemayamkan ke rumah duka,” urainya.

Sehari sebelumnya, Muhammad Zainal hilang saat melaut, Kamis (18/2). Kejadian ini berawal saat korban melaut mencari ikan, kepiting, dan rajungan. Seperti biasa, ia bertolak dari Sungai Sesumpu seorang diri menggunakan kapal nelayan.

“Korban menggunakan kapal nelayan dari Sungai Sesumpu mengarah ke area rig milik PHKT dan sekitar perairan Kelurahan Nenang dan Kelurahan Kampung Baru, berjarak kurang lebih 1 mil dari bibir pantai,” sebut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD PPU Nurlaila.

Nurlaila berkata, korban biasanya berangkat pukul 07.00 Wita dan pulang kembali ke Dermaga Sesumpu pukul 13.00 Wita. Namun pada hari Kamis lalu, korban tidak kunjung kembali.

“Jembatan Sesumpu tempat biasa korban menyandarkan kapal dan menjual hasil tangkapan ke Tajudin,” ucapnya menukil idntimes.com.

Tajudin selaku pembeli ikan sudah curiga dengan perbedaan kebiasaan ini. Ia serta beberapa rekan korban berupaya melakukan pencarian dengan kekuatan sembilan kapal nelayan.

Saat itu, tim SAR dan BPBD PPU pun turun langsung memimpin pencarian. Sedangkan temuan kapal korban lantas ditarik ke daerah Sungai Sesumpu.

“BPBD PPU setelah menerima laporan ingin segera melakukan pencarian. Namun karena sudah malam, maka dilaksanakan pada siang esok harinya,” paparnya.

 

 

 

 

[DN]

Pos terkait