KEBAKARAN melanda sebuah dealer resmi sepeda motor di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Air Hitam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (12/4/2026) sore. Peristiwa tersebut diawali dengan suara ledakan keras yang mengejutkan warga sekitar.
Bangunan yang saat itu dalam kondisi tertutup karena libur akhir pekan, mendadak dipenuhi asap hitam pekat sebelum api membesar dan menjalar ke dalam ruangan.
Ketua RT 01 setempat, Jefri, mengatakan ledakan terdengar jelas dari dalam bangunan sebelum asap mulai keluar.
Informasi awal berasal dari warga yang tinggal di sekitar lokasi. Menyadari adanya potensi kebakaran, laporan segera disampaikan ke petugas pemadam.
“Ada suara ledakan, lalu asap keluar tebal. Kami langsung hubungi pemadam,” ujarnya.
Ia memastikan tidak ada aktivitas di dalam dealer saat kejadian berlangsung.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda langsung mengerahkan personel dari beberapa posko, dibantu relawan dan pemadam kebakaran swasta.
Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Asap tebal yang terperangkap di dalam bangunan menjadi tantangan utama bagi petugas.
Komandan Posko 3, Tri Indarto, menjelaskan bahwa material plafon gipsum membuat asap tertahan di dalam ruangan, sehingga membatasi jarak pandang.
Petugas bahkan harus menggunakan alat bantu pernapasan untuk masuk dan mencari sumber api.
Dalam insiden tersebut, puluhan unit sepeda motor berada di dalam dealer. Dari jumlah tersebut, tiga unit dilaporkan terbakar hingga hangus.
Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar satu jam sebelum api berhasil dikendalikan.
Berdasarkan dugaan awal, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang kemudian menyambar kendaraan di dalam bangunan.
Api dengan cepat merambat karena adanya material mudah terbakar di dalam ruangan tertutup. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Saat ini, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. [dias]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















