Pranala.co, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan membuka capaian kinerjanya sepanjang tahun 2025. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, memaparkannya secara terbuka kepada masyarakat.
Pemaparan disampaikan dalam Ekspose Akhir Tahun yang digelar di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Senin (22/12/2025) malam.
Acara ini dihadiri para ketua RT, perwakilan Lembaga Kemasyarakatan Masyarakat (LKM), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta pekerja sosial masyarakat dari seluruh wilayah kota.
Rahmad menegaskan, ekspose akhir tahun bukan sekadar laporan formal. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus refleksi atas arah pembangunan kota.
“Capaian kami belum sepenuhnya maksimal. Masih ada keterbatasan. Namun komitmen kami jelas, mempercepat pembangunan dan memenuhi kebutuhan warga Balikpapan,” ujarnya.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025, Pemkot Balikpapan menetapkan sembilan program prioritas. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah transformasi birokrasi.
Upaya itu diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan publik. Di antaranya pemasangan 362 titik WiFi gratis yang tersebar di seluruh wilayah kota.
Selain itu, Pemkot menghadirkan Mal Pelayanan Publik. Tujuannya, memudahkan warga mengurus berbagai layanan administrasi dalam satu lokasi.
“Transformasi birokrasi kami perkuat melalui inovasi pelayanan kependudukan, penguatan sistem merit ASN, serta penegakan nilai-nilai antikorupsi,” kata Rahmad.
Komitmen tersebut, lanjut Rahmad, berdampak langsung pada capaian indeks integritas. Berdasarkan penilaian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Balikpapan mencatat skor 77,43 poin.
Nilai itu menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur. “Kita yang tertinggi. Komitmen ini tidak perlu diragukan,” tegasnya.
Di sektor layanan dasar, Pemkot Balikpapan terus memperkuat akses pendidikan dan kesehatan. Keduanya menjadi program strategis yang dijalankan secara berkelanjutan.
Salah satu kebijakan yang dilanjutkan adalah subsidi iuran BPJS Kesehatan bagi peserta bukan penerima upah dan bukan pekerja tetap. Langkah ini ditujukan untuk menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh warga.
Pemerintah kota juga membangun gedung sekolah baru. Fasilitas rumah sakit turut dikembangkan untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Kami selalu berupaya memberikan yang terbaik. Insyaallah, pada 2026 kualitas layanan akan terus kami tingkatkan,” ujarnya.
Penyediaan air bersih juga menjadi fokus Pemkot Balikpapan. Pemerintah secara bertahap mengganti pipa-pipa lama yang telah berusia tua dan rawan bocor.
Rahmad menargetkan, pada akhir 2027 seluruh jaringan pipa lama dapat tergantikan.
“Jika pipa sudah baru, dorongan air lebih maksimal dan bisa menjangkau seluruh warga,” jelasnya.
Sementara itu, pengendalian banjir masih menjadi pekerjaan rumah utama. Pengerukan telah dilakukan di kawasan Bendali Ampal Ulu, di belakang Pasar Segar Balikpapan, sebagai area penampungan air.
Perbaikan saluran juga dilakukan di sejumlah titik rawan genangan. Pemkot juga merencanakan penanganan banjir di kawasan MT Haryono, khususnya Gang Mufakat, melalui pembebasan lahan dan relokasi warga.
“Mudah-mudahan banjir di Balikpapan tidak lagi separah dulu,” ucapnya.
Rahmad menekankan, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada infrastruktur. Partisipasi masyarakat memegang peranan penting.
Ia mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan baik. “Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah hanya bisa merencanakan dan melaksanakan program. Perubahan perilaku membutuhkan keterlibatan aktif ketua RT dan warga di lapangan.
“Alhamdulillah, kondisi sampah sudah jauh berkurang. Tapi kita tetap harus saling mengingatkan,” tuturnya.
Melalui ekspose akhir tahun ini, Pemkot Balikpapan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat pelayanan publik. Pembangunan berkelanjutan menjadi arah utama, demi mewujudkan Balikpapan yang aman, nyaman, dan layak huni bagi seluruh warganya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















