Bontang, PRANALA.CO – Pemerintah Kota Bontang tengah bersiap menghadapi sebuah “pertempuran” penting yang tak terlihat mata: melawan stunting. Senjata utamanya? Operasi Timbang serentak yang akan digelar di 124 posyandu, selama sepekan penuh, mulai 6 hingga 11 Mei 2025.
Persiapan dimulai dari atas. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, sendiri yang turun memimpin rapat koordinasi lintas sektor Jumat, 25 April 2025, di Auditorium Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata. Rakor ini menghadirkan semua pihak yang punya peran dalam penanganan stunting: mulai dari OPD terkait, camat, lurah, hingga para kepala puskesmas.
“Ini bukan sekadar timbang-menimbang. Ini adalah upaya menyelamatkan masa depan generasi kita. Stunting itu nyata, dan ini langkah nyata kita,” tegas Agus Haris, dalam nada serius namun penuh optimisme.
Operasi Timbang kali ini bukan kegiatan biasa. Bukan pula sekadar rutinitas tahunan. Pemerintah Kota Bontang menjadikannya bagian dari program prioritas 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2025–2030. Targetnya jelas: mendeteksi dini potensi stunting, mengintervensi sedini mungkin, dan menyajikan data akurat untuk perbandingan nasional lewat survei SSI dan SKI.
Ada terobosan yang akan dilakukan. Salah satunya adalah penggunaan NIK “dummy” bagi bayi atau balita yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan. Tujuannya: tak ada satu anak pun yang luput dari pencatatan. Posyandu juga akan digeser ke lokasi yang lebih nyaman — bisa di masjid, bisa di balai warga — agar para orang tua lebih antusias membawa buah hatinya.
Sebagai pelengkap, pemerintah menyiapkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi 10.931 balita. Program ini akan menyasar langsung anak-anak dengan gizi kurang dan berisiko stunting. Semua data hasil penimbangan akan dikemas secara visual dalam bentuk infografis harian selama masa pelaksanaan, memberi gambaran progres dan menjadi acuan penanganan.
Pemerintah pun menyiapkan penghargaan untuk posyandu yang mencapai cakupan penimbangan terbaik. Langkah ini diambil untuk memacu semangat para kader yang selama ini menjadi garda depan di lapangan.
Sebanyak 883 kader posyandu akan mengikuti pelatihan daring untuk memantapkan persiapan. Nantinya, pelaksanaan Operasi Timbang juga akan dipantau langsung oleh OPD pendamping yang dijadwalkan turun ke lapangan. Ada DPPKB, Disdik, DSPM, Baperida, DKP3, Diskominfo, Bagian Kesra, hingga PKK Kota. Semua bergerak bersama, menyasar satu tujuan: balita sehat, Bontang kuat.
Agus Haris menutup arahannya dengan kalimat yang menusuk kesadaran, “Kita bisa bangun infrastruktur, tapi masa depan anak-anak tidak bisa ditunda. Stunting harus kita hentikan hari ini.” (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















Comments 1