Pranala.co, BONTANG — Tekanan kerja berlebihan tidak hanya merusak kesehatan mental, tetapi juga membuka peluang penyalahgunaan narkoba. Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani, menekankan pentingnya perusahaan membangun lingkungan kerja sehat dan manusiawi.
“Banyak orang tidak menyadari bahwa kelelahan fisik dan mental bisa menjadi pintu masuk seseorang mencari ‘bantuan instan’. Di sinilah narkoba kerap dijadikan pelarian,” kata Lulyana, Senin (17/11/2025).
Salah satu faktor utama adalah dorongan untuk meningkatkan performa secara instan. Pekerja yang dikejar target dan mengalami kelelahan kronis sering tergoda memakai stimulan seperti sabu-sabu atau ekstasi. Efeknya sementara, memacu otak bekerja di luar batas wajar.
“Dampaknya? Gangguan tidur, kecemasan, hingga kerusakan saraf. Saat efek obat hilang, tubuh jatuh makin lelah, dan siklus ketergantungan dimulai,” jelas Lulyana.
Tekanan kerja yang tinggi juga memicu insomnia, kecemasan, hingga depresi. Sebagian pekerja mencari cara cepat meredakan stres melalui depresan, obat penenang ilegal, opioid, atau alkohol.
“Penggunaan zat untuk tidur atau relaksasi justru membuat tubuh bergantung dan meningkatkan risiko kecanduan,” tegasnya.
Stres berkepanjangan dapat menimbulkan burnout dan kehilangan kontrol emosional. Tanpa mekanisme koping yang sehat, narkoba sering dipakai untuk ‘mematikan’ emosi negatif.
“Inilah yang berbahaya. Narkoba dipakai bukan untuk senang, tapi untuk lepas dari beban. Itu memicu ketergantungan lebih cepat,” tambah Lulyana.
Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di tempat kerja, Lulyana menekankan pentingnya kepatuhan terhadap program Perusahaan Bersih Narkoba (Bersinar). Namun, kepatuhan saja tidak cukup. Sistem kerja yang sehat menjadi kunci.
“Jam kerja, jam istirahat, dan lembur harus teratur. Sistem kerja yang tidak proporsional bisa membuat karyawan mengejar target dengan cara berbahaya, termasuk dopingan narkoba,” ujar Lulyana.
Perusahaan yang menerapkan sistem kerja humanis, memperhatikan batas kemampuan manusia, akan lebih mudah menciptakan lingkungan kerja bebas narkoba sekaligus meningkatkan produktivitas.
“Semakin sehat sistem kerjanya, semakin sehat para pekerjanya. Perusahaan Bersinar bukan hanya soal bebas narkoba, tetapi juga menjaga martabat dan kesehatan karyawan,” tutup Lulyana. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami










