Bersihkan Karat Besi Ponton, Ari Meninggal di Sungai Mahakam

  • Whatsapp
Tim gabungan mengevakuasi jenazah Ari.

SAMARINDA – Seorang warga Samarinda, Kalimantan Timur ditemukan tewas tenggelam usai dua hari hilang tenggelam di Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur.

Diduga Khusairi (41) meninggal akibat akibat kecelakaan kapal di perairan Sungai Mahakam wilayah Pulau Buaya, Kecamatan Palaran Samarinda, pada Senin (19/4/2021) lalu.

Bacaan Lainnya

Tim pencarian dari unsur gabungan sudah bergerak mencari sejak laporan diterima Senin (19/4/2021) malam, sekira pukul 21.55 Wita. Saat itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan (Basarnas Kaltim) menerima informasi adanya kecelakaan kapal di Perairan Sungai Mahakam, daerah Pulau Buaya, Kecamatan Palaran, Samarinda.

Kepala Basarnas Kaltim, Melkianus Kotta, melalui Kasi Ops Octavianto. dalam laporan tersebut diketahui Ari hilang di Sungai Mahakam akibat kecelakaan kapal. Kecelakaan tersebut terjadi ketika sebuah kelotok yang ditumpangi 2 orang bernama Iwan (51) dan Khusairi (40).

Keduanya saat itu tengah mencari tanggar di atas ponton yang berada di Pulau Buaya. Ari pun menjemput Iwan dan pergi menggunakan perahu kelotok menuju lokasi kejadian.

Saksi Iwan berhasil mengumpulkan tanggar dan memasukannya ke dalam karung. Lalu, korban Ari menggunakan kapal kedua, yaitu perahu ces yang mengangkut hasil tanggar sebanyak 330 kilogram untuk dijual di Bantuas Pos Palaran.

Saat korban hendak melakukan manuver berputar untuk menjemput Iwan yang masih berada di atas ponton, tiba-tiba perahu ces tersebut masuk ke bawah ponton.

Menurut saksi, Korban sempat melompat ke sungai sesaat sebelum perahu masuk ke bagian bawah ponton. Namun, sesaat itu pula, korban hilang dan tidak ditemukan.

“Saksi sempat mencari di sekitaran jatuhnya korban selama 2 jam pencarian. Namun tidak ada tanda-tanda penemuan korban atau dinyatakan hilang,” ujar Melkianus Kotta.

Jenazah Ari di temukan mengapung tidak jauh dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP) yaitu Radius 1KM dari terakhir hilangnya korban. Tepatnya pukul 08.00 Wita, Rabu (21/4/2021) pagi tadi.

“Pada pukul 08.00 Wita korban telah ditemukan Tugboat Atlantik Star 25. Korban ditemukan keadaan terapung tidak jauh dari LKP yaitu sekitar radius 1 kilometer,” jelas Riqi Efendi Kordinator SAR melalui pesan tertulis.

Pada saat Evakuasi korban, Tim Basarnas di bantu juga oleh Unsur gabungan dari Speedboat TNI, Speedboat ORCA, dan juga perahu warga untuk membawa korban menuju Posko SAR Gabungan.

“Korban selanjutnya dibawa ke RSUD AWS Samarinda dengan menggunakan mobil ambulans PMI,” katanya. **

Pos terkait