PEKERJAAN fisik sudah rampung. Kini, tantangan sebenarnya bagi Terowongan Samarinda bukan lagi soal beton atau aspal, melainkan memenuhi syarat administratif dan teknis yang ketat sebelum resmi dibuka untuk publik.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah memacu penyelesaian tahapan akhir proyek penghubung Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakap tersebut. Fokus utamanya saat ini menuntaskan pengujian dan perizinan agar fasilitas ini segera bisa dinikmati warga.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Terowongan Samarinda, Rezky Samudra Aprilyan, bilang seluruh dokumen utama sudah disiapkan. Pihaknya kini hanya perlu merampungkan beberapa perhitungan teknis dan simulasi yang diminta oleh Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus (BKJTK).
“Per hari ini kami sudah submit. Ada beberapa perhitungan dan simulasi yang diminta BKJTK, itu sudah kami unggah,” ujar Rezky kepada wartawan, Senin (29/6/2026).
Demi memastikan keamanan dan kelayakan struktur, Pemkot Samarinda tak bekerja sendiri. Mereka telah menunjuk tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan observasi mendalam. Seluruh rancangan pemeriksaan sudah final dan siap dieksekusi.
Rezky menjelaskan, kecepatan proses evaluasi sangat bergantung pada dinamika pembahasan bersama tim ahli. Jika di tengah jalan muncul permintaan tambahan data atau perhitungan teknis, tim di lapangan berkomitmen untuk bergerak cepat.
“Ketika ada permintaan perhitungan tertentu, langsung kami lengkapi,” tegasnya.
Target Operasi September
Jika semua berjalan mulus sesuai rencana, pembahasan proposal pengujian akan segera dilakukan, disusul dengan peninjauan langsung ke lokasi. Hasil dari uji coba ini nantinya bakal menjadi dasar dikeluarkannya Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Melihat progres yang ada, Pemkot Samarinda optimis target operasional pada September mendatang bisa terealisasi. Setelah pengujian selesai, tim UGM memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk mengolah seluruh data hasil pemeriksaan.
“Fokus pengujian sekarang memang di aspek struktur terowongan. Untuk fasilitas penunjang seperti sistem pencahayaan, semuanya sudah kami siapkan. Tinggal disesuaikan dengan standar yang diminta tim penguji saja,” urai Rezky. [RE/DIAS]
Nikmati berita dan informasi terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami

















