• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 3, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Bau Limbah Ikan Picu Buaya Makin Sering Muncul di Pesisir Bontang

Suriadi Said by Suriadi Said
8 Maret 2026 | 19:05
Reading Time: 2 mins read
0
Bau Limbah Ikan Picu Buaya Makin Sering Muncul di Pesisir Bontang Tak Miliki BPJS, Bocah Korban Serangan Buaya di Bontang Dibantu Wali Kota Dianggap Meresahkan, Warga Selambai Bontang Minta Buaya Penyerang Abisar Segera Direlokasi

Kolase foto Abisar dan buaya yang diduga menyerang bocah di Bontang.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Kemunculan buaya di sejumlah wilayah pesisir Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan akan semakin sering terjadi. Salah satu penyebab utamanya diduga karena keberadaan sumber makanan yang mudah ditemukan di sekitar permukiman warga, terutama limbah ikan yang dibuang ke laut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin, menjelaskan bahwa buaya memiliki kemampuan penciuman yang sangat tajam. Bau limbah ikan yang terbawa arus laut dapat dengan mudah terdeteksi oleh predator tersebut sehingga menariknya mendekati kawasan yang berdekatan dengan aktivitas manusia.

PILIHAN REDAKSI

Detik-Detik Ayah dan Anak di Sungai Taberu Paser Berjibaku Lepas dari Terkaman Buaya

Detik-Detik Ayah dan Anak di Sungai Taberu Paser Berjibaku Lepas dari Terkaman Buaya

29 Juni 2026 | 22:10
Serangan Buaya Makin Sering di Kutim, Tiga Lokasi Penangkaran Mulai Dikaji Buaya 4 Meter yang Diduga Terkam Bocah di Kenyamukan Kutim Akhirnya Ditangkap

Serangan Buaya Makin Sering di Kutim, Tiga Lokasi Penangkaran Mulai Dikaji

19 Mei 2026 | 22:50

“Buaya memiliki penciuman yang sangat kuat. Jika ada limbah ikan dibuang ke laut, bau tersebut bisa menarik buaya untuk datang,” ujar Amiluddin.

Selain faktor makanan, tingginya kemampuan reproduksi buaya juga berpotensi membuat populasinya terus meningkat. Dalam satu kali masa bertelur, seekor induk buaya mampu menghasilkan sekitar 30 butir telur.

Jika sebagian besar telur tersebut menetas dan anak buaya mampu bertahan hidup, maka jumlah populasi di suatu wilayah dapat meningkat dalam waktu relatif cepat.

“Kalau ada yang menyebut di Loktuan sekitar 50 ekor buaya, menurut saya jumlah itu masih kecil. Karena satu induk saja bisa menghasilkan sekitar 30 telur,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingkat kelangsungan hidup anak buaya juga tergolong tinggi. Induk buaya dikenal memiliki naluri menjaga yang kuat terhadap anak-anaknya hingga mampu bertahan hidup secara mandiri di alam liar.

Habitat Alami Masih Mendukung

Potensi peningkatan populasi buaya di perairan pesisir Bontang juga didukung oleh keberadaan habitat alami yang masih tersedia. Beberapa kawasan seperti hutan mangrove, muara sungai, dan perairan yang relatif tenang menjadi lingkungan ideal bagi buaya untuk berkembang biak.

Berdasarkan data Disdamkartan Bontang, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 25 laporan penampakan buaya di berbagai wilayah pesisir kota.

Dari jumlah tersebut, petugas berhasil mengevakuasi 10 ekor buaya, sementara sisanya tidak tertangani karena hewan tersebut kembali masuk ke perairan sebelum proses penangkapan dapat dilakukan.

“Sebagian berhasil kami tangkap, tapi banyak juga yang lolos karena langsung kembali ke air,” kata Amiluddin.

Lok Tuan hingga Tanjung Limau jadi Titik Rawan

Beberapa wilayah yang paling sering dilaporkan menjadi lokasi kemunculan buaya antara lain Loktuan, Selambai, dan Tanjung Limau. Kawasan tersebut berada dekat dengan habitat alami buaya, seperti hutan mangrove dan muara sungai.

Selain itu, berkurangnya habitat alami akibat aktivitas manusia juga diduga turut mendorong buaya semakin sering muncul di kawasan pesisir yang berdekatan dengan permukiman warga.

Untuk meningkatkan keselamatan petugas sekaligus efektivitas penanganan di lapangan, Disdamkartan Bontang mengusulkan pengadaan senapan bius.

Peralatan tersebut dinilai dapat membantu proses evakuasi buaya dari jarak yang lebih aman.

Selama ini, petugas hanya melakukan penangkapan ketika kondisi memungkinkan, misalnya saat air laut surut atau ketika buaya terjebak di lokasi sempit.

“Kalau di air kami tidak berani mendekat karena risikonya sangat besar. Dengan senapan bius, penanganan bisa dilakukan dari jarak jauh dan tentu lebih aman bagi petugas,” tegasnya.

Amiluddin juga mengimbau masyarakat pesisir untuk tidak membuang limbah ikan secara sembarangan ke laut. Kebiasaan tersebut berpotensi menarik buaya mendekati kawasan permukiman.

Selain itu, warga diingatkan agar selalu waspada ketika beraktivitas di sekitar perairan guna meminimalkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

“Sebenarnya kembali lagi bagaimana perilaku masyarakat,” pungkasnya. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Buaya
Previous Post

ESDM Kaltim Klarifikasi Isu Pendanaan Takjil, Tegaskan Tidak Dibebankan ke Perusahaan Tambang

Next Post

Terminal Samarinda Seberang Siapkan 70 Bus AKAP untuk Mudik Kaltim–Kalsel

BACA JUGA

Hitung Mundur Verifikasi, Sekda Kaltim Desak Kesiapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

Hitung Mundur Verifikasi, Sekda Kaltim Desak Kesiapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

2 Juli 2026 | 23:09
Curhat Wali Kota Bontang di APEKSI: Daerah Deg-degan Anggaran Pusat Dipangkas

Curhat Wali Kota Bontang di APEKSI: Daerah Deg-degan Anggaran Pusat Dipangkas

2 Juli 2026 | 22:07
Wabup Kutim Mahyunadi Desak Revisi UU Pemda: Daerah Butuh Kewenangan Kelola PAD

Wabup Kutim Mahyunadi Desak Revisi UU Pemda: Daerah Butuh Kewenangan Kelola PAD

2 Juli 2026 | 21:42
Bayar Rp1,1 Miliar Cuma buat Bunga, PT LBB Bontang Gugat Balik Skema Utang di Pengadilan

Gara-Gara Bunga Mencekik, PT Laut Bontang Bersinar Terjebak Utang Rp2,9 Miliar yang Tak Pernah Berkurang

2 Juli 2026 | 21:02
Insinerator Sampah Samarinda Beroperasi, Pangkas 160 Ton Beban TPA

Insinerator Sampah Samarinda Beroperasi, Pangkas 160 Ton Beban TPA

2 Juli 2026 | 20:51
Fuel Tanker Crash in Balikpapan Leaves One Dead, Brake Failure Suspected Cerita Saksi Tabrakan Beruntun Truk Tangki di Balikpapan, Syok Lihat Korban Terseret

Fuel Tanker Crash in Balikpapan Leaves One Dead, Brake Failure Suspected

2 Juli 2026 | 20:44
Next Post
Terminal Samarinda Seberang Siapkan 70 Bus AKAP untuk Mudik Kaltim–Kalsel

Terminal Samarinda Seberang Siapkan 70 Bus AKAP untuk Mudik Kaltim–Kalsel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

Gubernur Kaltim Rombak Kepala Dinas hingga Direktur RSUD, Berikut Daftar Lengkap 110 Pejabat yang Dilantik

29 Juni 2026 | 13:23
Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama Polsek Tabang Gerebek Tambang Emas Ilegal di Kukar, 7 Pekerja Diamankan

Kementerian ESDM Bidik Tambang Ilegal di Kaltim, Pemodal jadi Sasaran Utama

26 Juni 2026 | 23:06
Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim Mati Lampu Tenggarong Kukar Hari Ini: Cek Daftar Wilayah Terdampak di Sini!

Siap-Siap Gelap-gelapan 3 Jam Sehari, Ini Biang Kerok Mati Lampu di Kaltim

29 Juni 2026 | 19:19
Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

Dikendalikan Buronan, Polda Kaltim Gulung Sindikat Sabu di Bontang

28 Juni 2026 | 13:41
Sempat Molor 2 Bulan, 12 Pejabat Pemkot Bontang Resmi Dilantik Hari Ini

Sempat Molor 2 Bulan, 12 Pejabat Pemkot Bontang Resmi Dilantik Hari Ini

1 Juli 2026 | 12:23

Terbaru

Inflasi Kaltim Melonjak 3,20 Persen, Samarinda Paling Mahal

Inflasi Kaltim Melonjak 3,20 Persen, Samarinda Paling Mahal

2 Juli 2026 | 23:24
Hitung Mundur Verifikasi, Sekda Kaltim Desak Kesiapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

Hitung Mundur Verifikasi, Sekda Kaltim Desak Kesiapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

2 Juli 2026 | 23:09
Curhat Wali Kota Bontang di APEKSI: Daerah Deg-degan Anggaran Pusat Dipangkas

Curhat Wali Kota Bontang di APEKSI: Daerah Deg-degan Anggaran Pusat Dipangkas

2 Juli 2026 | 22:07
Wabup Kutim Mahyunadi Desak Revisi UU Pemda: Daerah Butuh Kewenangan Kelola PAD

Wabup Kutim Mahyunadi Desak Revisi UU Pemda: Daerah Butuh Kewenangan Kelola PAD

2 Juli 2026 | 21:42
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved