• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, Mei 3, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Warta

Bau Limbah Ikan Picu Buaya Makin Sering Muncul di Pesisir Bontang

Suriadi Said by Suriadi Said
8 Maret 2026 | 19:05
Reading Time: 2 mins read
0
Bau Limbah Ikan Picu Buaya Makin Sering Muncul di Pesisir Bontang Tak Miliki BPJS, Bocah Korban Serangan Buaya di Bontang Dibantu Wali Kota Dianggap Meresahkan, Warga Selambai Bontang Minta Buaya Penyerang Abisar Segera Direlokasi

Kolase foto Abisar dan buaya yang diduga menyerang bocah di Bontang.

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Kemunculan buaya di sejumlah wilayah pesisir Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan akan semakin sering terjadi. Salah satu penyebab utamanya diduga karena keberadaan sumber makanan yang mudah ditemukan di sekitar permukiman warga, terutama limbah ikan yang dibuang ke laut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin, menjelaskan bahwa buaya memiliki kemampuan penciuman yang sangat tajam. Bau limbah ikan yang terbawa arus laut dapat dengan mudah terdeteksi oleh predator tersebut sehingga menariknya mendekati kawasan yang berdekatan dengan aktivitas manusia.

PILIHAN REDAKSI

Sempat Bikin Panik, Anak Buaya Muncul saat Jam Pulang TK di Sangatta

Sempat Bikin Panik, Anak Buaya Muncul saat Jam Pulang TK di Sangatta

23 April 2026 | 18:47
Bocah 9 Tahun di Kutim Tewas Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai

Bocah 9 Tahun di Kutim Tewas Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai

31 Maret 2026 | 19:47

“Buaya memiliki penciuman yang sangat kuat. Jika ada limbah ikan dibuang ke laut, bau tersebut bisa menarik buaya untuk datang,” ujar Amiluddin.

Selain faktor makanan, tingginya kemampuan reproduksi buaya juga berpotensi membuat populasinya terus meningkat. Dalam satu kali masa bertelur, seekor induk buaya mampu menghasilkan sekitar 30 butir telur.

Jika sebagian besar telur tersebut menetas dan anak buaya mampu bertahan hidup, maka jumlah populasi di suatu wilayah dapat meningkat dalam waktu relatif cepat.

“Kalau ada yang menyebut di Loktuan sekitar 50 ekor buaya, menurut saya jumlah itu masih kecil. Karena satu induk saja bisa menghasilkan sekitar 30 telur,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingkat kelangsungan hidup anak buaya juga tergolong tinggi. Induk buaya dikenal memiliki naluri menjaga yang kuat terhadap anak-anaknya hingga mampu bertahan hidup secara mandiri di alam liar.

Habitat Alami Masih Mendukung

Potensi peningkatan populasi buaya di perairan pesisir Bontang juga didukung oleh keberadaan habitat alami yang masih tersedia. Beberapa kawasan seperti hutan mangrove, muara sungai, dan perairan yang relatif tenang menjadi lingkungan ideal bagi buaya untuk berkembang biak.

Berdasarkan data Disdamkartan Bontang, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 25 laporan penampakan buaya di berbagai wilayah pesisir kota.

Dari jumlah tersebut, petugas berhasil mengevakuasi 10 ekor buaya, sementara sisanya tidak tertangani karena hewan tersebut kembali masuk ke perairan sebelum proses penangkapan dapat dilakukan.

“Sebagian berhasil kami tangkap, tapi banyak juga yang lolos karena langsung kembali ke air,” kata Amiluddin.

Lok Tuan hingga Tanjung Limau jadi Titik Rawan

Beberapa wilayah yang paling sering dilaporkan menjadi lokasi kemunculan buaya antara lain Loktuan, Selambai, dan Tanjung Limau. Kawasan tersebut berada dekat dengan habitat alami buaya, seperti hutan mangrove dan muara sungai.

Selain itu, berkurangnya habitat alami akibat aktivitas manusia juga diduga turut mendorong buaya semakin sering muncul di kawasan pesisir yang berdekatan dengan permukiman warga.

Untuk meningkatkan keselamatan petugas sekaligus efektivitas penanganan di lapangan, Disdamkartan Bontang mengusulkan pengadaan senapan bius.

Peralatan tersebut dinilai dapat membantu proses evakuasi buaya dari jarak yang lebih aman.

Selama ini, petugas hanya melakukan penangkapan ketika kondisi memungkinkan, misalnya saat air laut surut atau ketika buaya terjebak di lokasi sempit.

“Kalau di air kami tidak berani mendekat karena risikonya sangat besar. Dengan senapan bius, penanganan bisa dilakukan dari jarak jauh dan tentu lebih aman bagi petugas,” tegasnya.

Amiluddin juga mengimbau masyarakat pesisir untuk tidak membuang limbah ikan secara sembarangan ke laut. Kebiasaan tersebut berpotensi menarik buaya mendekati kawasan permukiman.

Selain itu, warga diingatkan agar selalu waspada ketika beraktivitas di sekitar perairan guna meminimalkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

“Sebenarnya kembali lagi bagaimana perilaku masyarakat,” pungkasnya. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Buaya
Previous Post

ESDM Kaltim Klarifikasi Isu Pendanaan Takjil, Tegaskan Tidak Dibebankan ke Perusahaan Tambang

Next Post

Terminal Samarinda Seberang Siapkan 70 Bus AKAP untuk Mudik Kaltim–Kalsel

BACA JUGA

Gubernur Kaltim: Sabar Bos, Kami Bekerja Meski Jarang Terliput

Gubernur Kaltim: Sabar Bos, Kami Bekerja Meski Jarang Terliput

3 Mei 2026 | 12:52
Nelayan Hilang di Muara Badak Ditemukan Meninggal

Nelayan Hilang di Muara Badak Ditemukan Meninggal

3 Mei 2026 | 12:36
Macet Harian Yos Sudarso, Dishub Kutim Tata 20 Titik Jemput Karyawan

Macet Harian Yos Sudarso, Dishub Kutim Tata 20 Titik Jemput Karyawan

3 Mei 2026 | 00:36
Gegara Cemburu, Suami di Samarinda Aniaya Istri Dua Kali Suami di Kukar Pukul Istri dengan Asbak, Polisi Amankan Pelaku

Gegara Cemburu, Suami di Samarinda Aniaya Istri Dua Kali

3 Mei 2026 | 00:22
16 Persen Remaja di Kaltim Tidak Tamat SMA

16 Persen Remaja di Kaltim Tidak Tamat SMA

2 Mei 2026 | 23:32
Masih Ada Sekolah Rusak di Kaltim, Hetifah Minta Akses Pendidikan Dipercepat Sekolah Bisa Kekurangan Guru, DPR RI Soroti Ancaman Pensiun ASN di Bontang RUU Sisdiknas Disempurnakan: Fokus pada Guru, Kurikulum Adaptif, hingga Penguatan Pesantren

Masih Ada Sekolah Rusak di Kaltim, Hetifah Minta Akses Pendidikan Dipercepat

2 Mei 2026 | 23:21
Next Post
Terminal Samarinda Seberang Siapkan 70 Bus AKAP untuk Mudik Kaltim–Kalsel

Terminal Samarinda Seberang Siapkan 70 Bus AKAP untuk Mudik Kaltim–Kalsel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tikungan Soreang Kembali Makan Korban, Anak Pejabat Tewas, DPRD Pangkep Geram Tikungan Soreang Kembali Makan Korban, Anak Pejabat Tewas, DPRD Geram Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Pangkep Bisa Dibayar lewat Dana BOS

Tikungan Soreang Kembali Makan Korban, Anak Pejabat Tewas, DPRD Pangkep Geram

25 April 2026 | 22:45
Perempuan 26 Tahun Ditangkap Bawa Sabu di Bontang Baru

Perempuan 26 Tahun Ditangkap Bawa Sabu di Bontang Baru

29 April 2026 | 21:39
Partisipasi Kuliah Melonjak, UKT Gratis Bontang Ubah Prioritas Keluarga

Partisipasi Kuliah Melonjak, UKT Gratis Bontang Ubah Prioritas Keluarga

1 Mei 2026 | 21:50
Bontang Tunda Proyek Besar, Pilih Amankan Bantuan Rp30 Juta per RT

Bontang Tunda Proyek Besar, Pilih Amankan Bantuan Rp30 Juta per RT

26 April 2026 | 21:39
Pensiunan 57 Tahun di Balikpapan Diduga Cabuli Bocah TK, Begini Modusnya

Residivis Diduga Rudapaksa 6 Anak di Bontang, Korban Bisa Bertambah

28 April 2026 | 17:38

Terbaru

Karateka Brimob Kaltim, Bripda Syaiful Bahri Sabet Gelar Best of The Best di Piala Menhan 2026

Karateka Brimob Kaltim, Bripda Syaiful Bahri Sabet Gelar Best of The Best di Piala Menhan 2026

3 Mei 2026 | 13:19
Sastra Badra Warnai Syukuran Kelurahan Satimpo Bontang, Perkuat Budaya Lokal

Sastra Badra Warnai Syukuran Kelurahan Satimpo Bontang, Perkuat Budaya Lokal

3 Mei 2026 | 13:03
Gubernur Kaltim: Sabar Bos, Kami Bekerja Meski Jarang Terliput

Gubernur Kaltim: Sabar Bos, Kami Bekerja Meski Jarang Terliput

3 Mei 2026 | 12:52
Nelayan Hilang di Muara Badak Ditemukan Meninggal

Nelayan Hilang di Muara Badak Ditemukan Meninggal

3 Mei 2026 | 12:36
Pranala.co

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E Kel Bontang Baru, Kota Bontang, Kalimantan Timur, Telepon : 0811-5423-245 [Marketing/Redaksi] Email: [email protected]

  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Warta
  • Niaga
  • Raga
  • Rupa
  • Suara

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

slot mahjong

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

article 328000601

article 328000602

article 328000603

article 328000604

article 328000605

article 328000606

article 328000607

article 328000608

article 328000609

article 328000610

article 328000611

article 328000612

article 328000613

article 328000614

article 328000615

article 328000616

article 328000617

article 328000618

article 328000619

article 328000620

article 328000621

article 328000622

article 328000623

article 328000624

article 328000625

article 328000626

article 328000627

article 328000628

article 328000629

article 328000630

article 328000631

article 328000632

article 328000633

article 328000634

article 328000635

article 328000636

article 328000637

article 328000638

article 328000639

article 328000640

article 328000641

article 328000642

article 328000643

article 328000644

article 328000645

article 328000646

article 328000647

article 328000648

article 328000649

article 328000650

article 888000031

article 888000032

article 888000033

article 888000034

article 888000035

article 888000036

article 888000037

article 888000038

article 888000039

article 888000040

article 888000041

article 888000042

article 888000043

article 888000044

article 888000045

article 888000046

article 888000047

article 888000048

article 888000049

article 888000050

article 888000056

article 888000057

article 888000058

article 888000059

article 888000060

article 888000061

article 888000062

article 888000063

article 888000064

article 888000065

article 888000066

article 888000067

article 888000068

article 888000069

article 888000070

article 878000011

article 878000012

article 878000013

article 878000014

article 878000015

article 878000016

article 878000017

article 878000018

article 878000019

article 878000020

article 878800021

article 878800022

article 878800023

article 878800024

article 878800025

article 878800026

article 878800027

article 878800028

article 878800029

article 878800030

article 878800031

article 878800032

article 878800033

article 878800034

article 878800035

article 878800036

article 878800037

article 878800038

article 878800039

article 878800040

article 868000011

article 868000012

article 868000013

article 868000014

article 868000015

article 868000016

article 868000017

article 868000018

article 868000019

article 868000020

article 868100021

article 868100022

article 868100023

article 868100024

article 868100025

article 868100026

article 868100027

article 868100028

article 868100029

article 868100030

article 868100031

article 868100032

article 868100033

article 868100034

article 868100035

article 868100041

article 868100042

article 868100043

article 868100044

article 868100045

article 868100046

article 868100047

article 868100048

article 868100049

article 868100050

article 868100051

article 868100052

article 868100053

article 868100054

article 868100055

article 868100056

article 868100057

article 868100058

article 868100059

article 868100060

cuaca 898100001

cuaca 898100002

cuaca 898100003

cuaca 898100004

cuaca 898100005

cuaca 898100006

cuaca 898100007

cuaca 898100008

cuaca 898100009

cuaca 898100010

cuaca 898100011

cuaca 898100012

cuaca 898100013

cuaca 898100014

cuaca 898100015

cuaca 898100016

cuaca 898100017

cuaca 898100018

cuaca 898100019

cuaca 898100020

cuaca 898100021

cuaca 898100022

cuaca 898100023

cuaca 898100024

cuaca 898100025

cuaca 898100026

cuaca 898100027

cuaca 898100028

cuaca 898100029

cuaca 898100030

cuaca 898100031

cuaca 898100032

cuaca 898100033

cuaca 898100034

cuaca 898100035

cuaca 898100036

cuaca 898100037

cuaca 898100038

cuaca 898100039

cuaca 898100040

cuaca 898100041

cuaca 898100042

cuaca 898100043

cuaca 898100044

cuaca 898100045

cuaca 898100046

cuaca 898100047

cuaca 898100048

cuaca 898100049

cuaca 898100050

cuaca 898100051

cuaca 898100052

cuaca 898100053

cuaca 898100054

cuaca 898100055

kasus 898100001

kasus 898100002

kasus 898100003

kasus 898100004

kasus 898100005

kasus 898100006

kasus 898100007

kasus 898100008

kasus 898100009

kasus 898100010

kasus 898100011

kasus 898100012

kasus 898100013

kasus 898100014

kasus 898100015

kasus 898100016

kasus 898100017

kasus 898100018

kasus 898100019

kasus 898100020

article 898100021

article 898100022

article 898100023

article 898100024

article 898100025

article 898100026

article 898100027

article 898100028

article 898100029

article 898100030

article 898100031

article 898100032

article 898100033

article 898100034

article 898100035

article 898100036

article 898100037

article 898100038

article 898100039

article 898100040

article 898100041

article 898100042

article 898100043

article 898100044

article 898100045

article 898100046

article 898100047

article 898100048

article 898100049

article 898100050

article 710000011

article 710000012

article 710000013

article 710000014

article 710000015

article 710000016

article 710000017

article 710000018

article 710000019

article 710000020

article 710000021

article 710000022

article 710000023

article 710000024

article 710000025

article 710000026

article 710000027

article 710000028

article 710000029

article 710000030

article 710000031

article 710000032

article 710000033

article 710000034

article 710000035

article 710000036

article 710000037

article 710000038

article 710000039

article 710000040

article 710000041

article 710000042

article 710000043

article 710000044

article 710000045

article 710000046

article 710000047

article 710000048

article 710000049

article 710000050

article 710000051

article 710000052

article 710000053

article 710000054

article 710000055

article 710000056

article 710000057

article 710000058

article 710000059

article 710000060

article 710000061

article 710000062

article 710000063

article 710000064

article 710000065

article 710000066

article 710000067

article 710000068

article 710000069

article 710000070

article 710000071

article 999990001

article 999990002

article 999990003

article 999990004

article 999990005

article 999990006

article 999990007

article 999990008

article 999990009

article 999990010

article 999990011

article 999990012

article 999990013

article 999990014

article 999990015

article 999990016

article 999990017

article 999990018

article 999990019

article 999990020

news-1701