Pranala.co, BONTANG — Pemerintah Kota Bontang menyiapkan langkah konkret menekan angka pengangguran. Sekira 1.000 pencari kerja diproyeksikan mulai disalurkan ke berbagai perusahaan pada Januari 2026.
Penyaluran tenaga kerja itu akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kualifikasi yang diajukan masing-masing perusahaan. Pemerintah memastikan prosesnya berbasis data dan kebutuhan riil industri.
“Sekitar 1.000 kartu kuning akan kita salurkan di awal 2026, mengikuti permintaan tenaga kerja yang masuk,” tegas Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris.
Program ini merupakan tindak lanjut dari pendataan pencari kerja atau pemegang kartu kuning. Pendataan tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir 2025. Data itu akan menjadi fondasi penataan ketenagakerjaan di Bontang.
Agus Haris menjelaskan, percepatan pendataan dilakukan karena permintaan tenaga kerja dari dunia usaha terus meningkat. Ia telah menginstruksikan Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang untuk menyelesaikan verifikasi data sebelum pergantian tahun.
“Targetnya akhir bulan ini pendataan sudah selesai. Data itu akan diplenokan agar menjadi data resmi pemerintah. Saat ini cukup banyak perusahaan yang mengajukan permintaan tenaga kerja,” ujarnya.
Pemkot Bontang tidak hanya fokus pada penempatan kerja. Perhatian juga diberikan kepada pencari kerja yang belum berhasil lolos seleksi.
Evaluasi akan dilakukan untuk mengetahui kendala yang dihadapi. Baik dari sisi keterampilan, kompetensi teknis, maupun kesiapan kerja.
“Bagi yang belum lolos, tidak akan kami biarkan. Akan ada pelatihan kerja agar mereka lebih siap saat peluang berikutnya tersedia,” jelas Agus Haris.
Melalui skema ini, Pemkot Bontang berharap penyerapan tenaga kerja lokal dapat berjalan lebih cepat. Di saat yang sama, kualitas sumber daya manusia terus meningkat dan selaras dengan kebutuhan industri.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan. Bukan hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















