SIMPANG Tango Delta di ruas Sangatta–Bengalon, Kutai Timur, kini dilengkapi lampu lalu lintas. Perangkat ini mulai dioperasikan Kamis (16/4/2026) untuk pertama kalinya.
Simpang tiga tersebut menjadi jalur penting bagi kendaraan operasional perusahaan dan masyarakat. Selama ini, arus lalu lintas di lokasi itu kerap padat dan bergantung pada pengaturan manual.
Pembangunan lampu lalu lintas ini merupakan hasil kerja sama PT Kaltim Prima Coal (KPC), Dinas Perhubungan Kutai Timur, dan Satuan Lalu Lintas Polres Kutim. Proyek dimulai pada Desember 2025 dan selesai akhir Maret 2026 dengan anggaran sekitar Rp300 juta.
Selain peresmian, tim juga melakukan sosialisasi langsung kepada pengguna jalan. Edukasi dilakukan agar pengendara memahami pola pengaturan arus yang baru.
Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kutim, Zulkarnain, menjelaskan sosialisasi telah dimulai sejak awal April 2026. Petugas turun ke lapangan untuk memberi penjelasan kepada pengendara dari berbagai arah.
“Kami juga mendorong pemasangan lampu peringatan dan rambu tambahan agar pengendara lebih waspada dan mengurangi kecepatan,” tegas Zulkarnain.
Kanit Keamanan dan Keselamatan Satlantas Polres Kutim, IPDA Sasnural, menegaskan simpang ini berada di kawasan objek vital nasional. Karena itu, pengaturan lalu lintas menjadi bagian penting menjaga kelancaran aktivitas.
“Petugas akan rutin melakukan patroli dan pengaturan arus, terutama pada jam sibuk,” ujarnya.
Manajemen KPC melalui perwakilan External Relations menyebut pembangunan lampu lalu lintas ini bertujuan meningkatkan keselamatan berkendara. Simpang tersebut menjadi titik pertemuan kendaraan perusahaan dan masyarakat.
“Kami mengimbau semua pengguna jalan mematuhi rambu dan lampu lalu lintas demi keselamatan bersama,” kata perwakilan KPC.
Keberadaan lampu lalu lintas ini diharapkan mengurangi potensi kecelakaan dan kemacetan di simpang Tango Delta. Infrastruktur ini juga menjadi bagian dari pengelolaan risiko lalu lintas di kawasan tersebut. [RIL]


















