PEMERINTAH Kota Bontang memastikan persiapan pemberangkatan jemaah haji reguler tahun 2026 hampir rampung. Sebanyak 112 jemaah dijadwalkan berangkat pada 15 Mei 2026, dengan seluruh tahapan teknis dan kesehatan dinyatakan siap.
Kepastian itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang, Rabu (15/4/2026), yang melibatkan lintas instansi terkait.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bontang, Najmuddin Tamini, menyebut seluruh persiapan utama hampir tuntas.
“Persiapan sudah 99 persen. Manasik sudah, vaksin meningitis juga sudah dilaksanakan. Pembinaan jemaah rutin dilakukan setiap pekan,” ujarnya.
Ia memastikan, hingga saat ini tidak ada kendala berarti menjelang keberangkatan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Dasuki, menegaskan penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar tanpa catatan evaluasi signifikan.
“Semuanya berjalan mulus,” katanya.
Ia juga menepis kekhawatiran terkait dampak efisiensi anggaran terhadap pelayanan jemaah. Menurutnya, pemerintah tetap mengutamakan kualitas layanan.
“Kami pastikan efisiensi tidak berdampak pada pelayanan. Jemaah tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Rapat koordinasi ini dihadiri unsur Kementerian Haji dan Umrah, Bagian Kesra, kepolisian, serta pihak terkait lainnya. Fokus utama adalah memastikan seluruh aspek, mulai dari teknis keberangkatan hingga keamanan, berjalan terkoordinasi.
Pemkot berharap sinergi ini mampu menjamin proses pemberangkatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. [PPID]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















