SEKRETARIS Daerah Kalimantan Timur (Sekda Kaltim) Sri Wahyuni mengikuti program pembelajaran keamanan siber di Seoul, Korea Selatan, sebagai bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan digital di daerah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Kaltim dalam menghadapi meningkatnya ancaman siber di era transformasi digital.
Sri Wahyuni merupakan salah satu dari tiga Sekda penerima ASKOMPSI Digital Leadership Government Award (ADLGA) 2025 yang mendapat kesempatan mengikuti program tersebut. Dua peserta lainnya adalah Sekda Sumatera Barat Arry Yuswadi dan Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati.
Program ini difasilitasi perusahaan keamanan siber LSWare dan mencakup pembelajaran intensif serta kunjungan ke Korea Internet & Security Agency (KISA), lembaga otoritatif di bidang keamanan siber di Korea Selatan.
Ketua ASKOMPSI Muhammad Faisal mengatakan pembelajaran ini dirancang untuk memperkuat pemahaman pimpinan daerah terhadap sistem keamanan informasi.
“Sekda memiliki peran sentral dalam orkestrasi pemerintahan. Pemahaman keamanan siber menjadi kunci dalam mendorong transformasi digital,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari sejumlah pakar keamanan siber internasional, mulai dari penguatan sistem proteksi jaringan hingga strategi mitigasi ancaman digital di lingkungan pemerintahan.
Sri Wahyuni menilai program ini memberikan perspektif baru dalam pengelolaan keamanan data dan sistem pemerintahan berbasis digital. Menurut dia, penguatan kapasitas aparatur menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya ketergantungan pada teknologi informasi.
“Materi yang diberikan sangat komprehensif. Ini penting untuk memperkuat sistem keamanan digital di daerah,” kata Sri Wahyuni.
Ia juga mendorong agar transfer pengetahuan tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi diperluas ke perangkat daerah lainnya melalui skema berbagi pengetahuan, termasuk metode pembelajaran hybrid.
Program ini merupakan bagian dari apresiasi bagi pemenang ADLGA 2025, dengan seluruh biaya ditanggung penyelenggara. Namun lebih dari itu, pengalaman ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sistem keamanan siber di daerah. [MF/KRV]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















