Pranala.co, BALIKPAPAN – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan mencatat keberhasilan signifikan dalam penindakan narkotika selama 2025, dengan total barang bukti sekitar 4,4 kilogram bruto.
Kepala BNNK Balikpapan, Kombes Pol Bonifasio Rio Rahadianto, menyebutkan terdapat tiga kasus besar yang berhasil diungkap. Salah satunya merupakan kasus sabu yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA), dengan barang bukti seberat 2.022,4 gram bruto.
“Kami juga mengungkap kasus sabu seberat 1.500 gram bruto yang melibatkan pelaku perempuan asal Aceh, serta satu kasus ganja dengan barang bukti 889 gram bruto,” ujar Bonifasio, Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, barang bukti yang diamankan itu, jika dikalkulasikan mencapai sekitar 4.411 gram bruto atau setara 4,4 kilogram bruto.
Bonifasio menegaskan, seluruh proses penanganan perkara tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan BNN Provinsi Kalimantan Timur. Pengungkapan kasus ini, merupakan bagian dari upaya penegakan hukum yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan untuk menekan peredaran narkotika di daerah.
Selain penindakan, kata Bonifasio, BNNK Balikpapan juga memperkuat penanganan melalui layanan Tim Asesmen Terpadu (TAT). Jadi, sepanjang 2025, realisasi layanan TAT mencapai 52 orang, jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 14 orang.
“Capaian ini menunjukkan tingginya kebutuhan asesmen dalam penanganan kasus narkotika,” jelas Bonifasio.
Di samping itu, BNNK Balikpapan menggelar 118 kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) dengan total peserta mencapai 16.041 orang. Kegiatan ini didominasi oleh pelajar dan mahasiswa sebanyak 11.570 orang, diikuti masyarakat umum 2.688 orang, serta kalangan pekerja 1.783 orang.
Lebih lanjut, penguatan lingkungan masyarakat juga dilakukan melalui penetapan Kelurahan Baru Ilir sebagai Wilayah Binaan Program Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) tahun 2025.
Langkah ini, sebagai upaya preventif turut diarahkan pada penguatan ketahanan keluarga melalui pendidikan keluarga dan parenting skill kepada 20 keluarga. Tidak hanya itu, BNNK Balikpapan turut membentuk 50 relawan P4GN dan 30 penggiat P4GN sebagai penggerak pencegahan narkotika di lingkungan masyarakat.
Upaya deteksi dini, menurut Bonifasio, dilakukan melalui tes urin kolektif terhadap 4.964 peserta. Dari jumlah tersebut, 4.905 orang dinyatakan negatif, sementara 59 orang terdeteksi positif.
Di satu sisi, di bidang rehabilitasi, klinik IPWL BNNK Balikpapan sepanjang 2025 melayani 63 orang. Rinciannya, 36 orang menjalani rehabilitasi rawat jalan, 20 orang mengikuti asesmen, dan tujuh orang dirujuk ke rehabilitasi rawat inap.
Berdasarkan data usia, mayoritas klien berada pada rentang usia produktif 26–35 tahun dan 17–25 tahun. “Narkotika jenis sabu masih menjadi zat yang paling banyak disalahgunakan oleh klien rawat jalan,” tutupnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami














