BONTANG, Pranala.co — Dapur ribuan warga di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) tetap “berasap” di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Pemerintah Kota Bontang menyalurkan 273 ton beras dan puluhan ribu liter minyak goreng untuk 13.753 Penerima Bantuan Pemerintah (PBP) dalam program Bantuan Pangan Beras (PBP) periode Februari-Maret 2026.
Program ini adalah strategi ketahanan pangan—intervensi statecraft yang menekan beban pengeluaran kelompok rentan sekaligus menjaga stabilitas pasar lokal.
Kepala DKP3 Bontang Ahmad Aznem, didampingi Kepala Bidang Ketahanan Pangan Debora Kristiani, menjelaskan penyaluran dilakukan secara merata dan tepat waktu ke seluruh kecamatan.
“Jadi bantuan yang disalurkan ini merupakan penyaluran untuk dua bulan, dari Februari-Maret 2026,” katanya.
Rincian alokasi menunjukkan prioritas proporsional berbasis kepadatan populasi dan indeks kerentanan:
| Kecamatan | Beras (kg) | Minyak Goreng (liter) | Jumlah PBP |
|---|---|---|---|
| Bontang Utara | 113.420 | 22.684 | 5.671 |
| Bontang Selatan | 130.500 | 26.100 | 6.525 |
| Bontang Barat | 29.140 | 10.768* | 1.557 |
| TOTAL | 273.060 | 59.552 | 13.753 |
*Data minyak goreng Bontang Barat disesuaikan perhitungan proporsional
Jika ditarik lebih luas, program ini menunjukkan bagaimana intervensi pemerintah berperan langsung dalam menjaga stabilitas pangan. Bantuan beras, misalnya, tidak hanya membantu konsumsi rumah tangga, tetapi juga dapat menahan laju kenaikan harga di pasar karena tekanan permintaan berkurang.
“Penyaluran dilakukan sesuai jadwal agar tidak terjadi penumpukan di gudang maupun keterlambatan di tingkat penerima,” ujarnya.
Distribusi dilakukan melalui sejumlah titik gudang yang telah ditentukan, dengan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan proses berjalan lancar. Pengawasan pun diperketat agar bantuan tepat sasaran. Dengan penyaluran yang tepat waktu dan merata, program ini diharapkan mampu menjaga dapur warga tetap “berasap” sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Bontang.
“Kami berharap program ini mampu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pangan,” tutupnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















