SAMARINDA - Tim gabungan yang terdiri dari Jatanras Polda Kaltim, Polres Kukar, Polresta Samarinda, dan Polsek Tenggarong Seberang berhasil menangkap AL, terduga pelaku pembunuhan, di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, pada Minggu malam, 4 Agustus 2024, pukul 23.00 WITA.
AL, yang bekerja sebagai sopir truk, diduga membunuh NU dengan cara mencekiknya di dalam truk berwarna oranye miliknya. Dugaan ini diperkuat oleh rekaman CCTV di Jalan PM Noor, Sempaja, Samarinda, tempat di mana AL dan NU bertemu.
Kapolres Kukar AKBP Heri Rusyaman, melalui Kasat Reskrim AKP Jodi Rachman, mengungkapkan bahwa cekcok antara NU dan AL diduga dipicu oleh rasa cemburu. NU melarang AL memeriksa ponselnya, yang menimbulkan kecurigaan bahwa NU memiliki hubungan rahasia dengan pria lain.
"AL yang emosi langsung mencekik NU di Jalan PM Noor sekitar pukul 18.00 WITA," jelas AKP Jodi Rachman.
Setelah kejadian tersebut, jasad NU dibuang oleh AL di kawasan Tenggarong Seberang sekitar pukul 20.00 WITA.
"Kami juga mengamankan parang yang digunakan pelaku untuk memotong daun kelapa sawit sebagai penutup tubuh korban," tambahnya.
Penemuan mayat NU bermula dari laporan Feri Iskandar (32), seorang mahasiswa asal Desa Muara Pedoon.
Ia menemukan jasad tersebut saat berhenti untuk buang air kecil di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda KM 6, Desa Loa Lepu, pada Sabtu (3/8/2024) sekitar pukul 17.00 WITA.
Mayat ditemukan dalam kondisi tertutup pelepah kelapa sawit, mengenakan baju warna pink bertuliskan Hermes, celana hitam, dan memakai anting. Di saku celana korban ditemukan kunci mobil Honda.
Polisi bergerak cepat mengevakuasi jasad dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Langkah-langkah yang telah kami ambil meliputi identifikasi mayat, wawancara saksi-saksi, serta permintaan visum et repertum untuk memastikan penyebab kematian," ungkap AKP Jodi.
AL berusaha kabur ke Morowali, Sulawesi Tengah, setelah membuang jasad NU, namun berhasil ditangkap dalam waktu kurang dari 24 jam berkat kerjasama berbagai pihak kepolisian.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini dan mengidentifikasi barang bukti lainnya yang terkait.
"Kami juga sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini," pungkas AKP Jodi Rachman. (*)
*) Ikuti berita terbaru PRANALA.co di Google News ketuk link ini dan jangan lupa difollow















