Pranala.co, SAMARINDA – Ini kabar baik. Terutama bagi warga Kalimantan Timur (Kaltim) yang ingin kuliah, tapi terhambat biaya.
Program pendidikan gratis dari TK sampai S3 yang dijanjikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji kini hampir punya payung hukum resmi.
Nama programnya: Gratispol. Gratis Pendidikan Total. Dan kabarnya tinggal menunggu satu hal: tanda tangan dari Kementerian Dalam Negeri alias Kemendagri.
“Kalau tak ada halangan, pekan ini Pergub-nya sudah bisa keluar,” kata Dasmiah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, Kamis (12/6/2025).
Gratispol bukan sekadar janji politik di masa kampanye. Tapi dirancang menjadi kebijakan permanen lewat Peraturan Gubernur (Pergub) yang kini dalam tahap finalisasi.
Pergub ini akan mengatur teknis pelaksanaan program. Supaya jelas. Supaya akuntabel. Dan yang penting: tidak melanggar aturan pusat.
“Kami harmonisasi sejak Maret. Sekarang tinggal tahap akhir di Kemendagri,” ujar Dasmiah.
Beda Gratispol dengan program beasiswa lain: ia tidak berhenti di S1. Bahkan S3 pun ditanggung.
Targetnya jelas. Memberi akses kuliah hingga jenjang tertinggi bagi anak-anak Kaltim dari keluarga tidak mampu.
“Kami pastikan regulasi ini tidak tumpang tindih dengan aturan pusat,” tambah Dasmiah.
Itulah kenapa penyusunannya lama. Semua detail dikaji. Supaya tidak ditolak. Supaya bisa jalan lama. Bahkan kalau nanti gubernurnya sudah ganti.
Waktunya pun pas. Pergub Gratispol kemungkinan besar keluar berbarengan dengan pembahasan perubahan APBD.
Itu berarti: saat aturannya sah, dananya juga langsung tersedia.
“Ini akan mempercepat pelaksanaan di lapangan,” kata Dasmiah optimistis.
Gratispol bisa jadi program pendidikan paling ambisius yang pernah dijalankan di Kaltim. Dan mungkin satu-satunya yang menjangkau sampai jenjang doktoral. [RE/DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















