SAMARINDA - Sekretaris Daerah Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni, mewakili Penjabat Gubernur menghadiri Rapat Paripurna ke-20 DPRD Kaltim di Gedung B DPRD Kaltim, Karang Paci, Kamis (25/7/2024)
Rapat ini bertujuan untuk menandatangani kesepakatan bersama antara DPRD Kaltim dan Gubernur Kaltim mengenai rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2025.
Kesepakatan terhadap rancangan KUA dan rancangan PPAS tahun 2025 sebesar Rp21 triliun. Dengan rincian pendapatan daerah yang direncanakan sebesar Rp20,01 triliun, bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp10,03 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp9,86 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp202,05 miliar.
Rapat Paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dan didampingi oleh Wakil Ketua I Muhammad Samsun. Hadir dalam acara tersebut 36 anggota DPRD Kaltim, anggota Forkopimda Kaltim, pimpinan dan perwakilan perangkat daerah Pemprov Kaltim.
Sekda Sri Wahyuni menyampaikan rasa syukur dan bangga atas proses pembahasan, penilaian, dan evaluasi yang dilakukan oleh DPRD terhadap rancangan KUA dan rancangan PPAS tahun 2025.
“Syukur alhamdulillah, proses ini dapat dirampungkan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam jadwal Badan Musyawarah DPRD," ujar Sri Wahyuni membacakan sambutan Pj Gubernur Kaltim.
Sekda Sri melanjutkan, dokumen perencanaan anggaran ini akan menjadi pedoman dalam pengalokasian anggaran yang tepat sesuai kebutuhan pembangunan untuk mewujudkan pemenuhan layanan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa penyusunan KUA dan PPAS APBD tahun anggaran 2025 merupakan momentum penting untuk pemulihan pertumbuhan ekonomi. Fokusnya adalah pada kewajiban daerah dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk peningkatan pelayanan dasar, fasilitas sosial, dan fasilitas umum lainnya. Program prioritas pembangunan daerah juga menjadi perhatian utama.
Menurut Sekda Sri, ekonomi Kaltim pada tahun 2024 dan 2025 diperkirakan akan tetap tumbuh positif, meskipun masih terbatas. Dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN), banyak proyek pembangunan fisik di Kaltim yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan positif ini didukung oleh peningkatan kinerja industri pengolahan minyak dan aktivitas masyarakat yang semakin menggeliat. Tenaga kerja Kaltim akan terserap, dan kebutuhan ribuan pekerja di IKN akan berhubungan dengan petani dan pedagang, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Termasuk akomodasi, seperti hotel dan penginapan, yang akan ramai dikunjungi karena banyak tamu untuk berbisnis maupun dinas. Bahkan, pelaku UMKM juga akan merasakan dampaknya dalam penjualan produk. (*)
*) Ikuti berita terbaru PRANALA.co di Google News ketuk link ini dan jangan lupa difollow















