Pranala.co, BONTANG — Gedung Koperasi Karyawan PT Pupuk Kaltim terlihat lebih sibuk dari biasanya. Sejak pagi, antrean sudah mengular. Bukan antre sembako, tapi antre harapan.
Job Fair 2025 resmi dibuka. Dan para pencari kerja—mayoritas anak muda—berbondong-bondong datang. Sebagian besar belum berpengalaman. Tapi semangat mereka, tak bisa diremehkan.
Zainal, salah satunya.
Ia datang dari Kelurahan Satimpo. Lulusan Teknik Elektro Universitas Mulawarman ini membawa berkas lengkap dalam map biru. Matanya tajam. Langkahnya cepat. Ia tahu ke mana akan melamar.
"Saya incar perusahaan Soda Ash. Mereka baru buka lowongan. Mudah-mudahan rezeki saya di sana," kata Zainal, sambil mengecek berkas sekali lagi.
Di sudut lain, Anis menunggu giliran masuk ke booth PT Pupuk Kaltim. Usianya baru 18 tahun. Lulus dari SMK Negeri 1 Bontang tahun ini. Ia tidak membawa CV sepadat Zainal. Tapi ia juga membawa niat besar.
“Karena belum punya pengalaman, saya pilih ikut magang dulu. Kalau cocok, bisa lanjut kerja,” katanya, pelan.
Tak ada kesan terburu-buru di wajah Anis. Tapi sorot matanya jelas. Ia ingin punya masa depan.
Job Fair yang digelar Disnakertrans Kota Bontang ini akan berlangsung lima hari. Mulai Selasa (22/7/2025) hingga Sabtu mendatang. Lebih dari 30 perusahaan ikut serta. Ratusan lowongan dibuka. Termasuk program magang dan pelatihan bersertifikat.
Bagi sebagian orang, job fair ini hanyalah acara tahunan. Tapi bagi Zainal dan Anis, ini bisa jadi titik awal perjalanan panjang mereka.
“Kapan lagi bisa daftar langsung ke perusahaan? Biasanya info lowongan cuma lewat medsos,” ujar Zainal.
Ia benar. Dunia kerja kini makin kompetitif. Kadang terlalu cepat. Tapi tidak semua anak muda kalah. Beberapa justru berani menjemput peluang, seperti pagi itu, di Gedung Kopkar PKT.
Job fair ini memang ingin menghapus stigma ‘orang dalam’. Semua proses dilakukan terbuka. Siapa yang layak, dia yang dapat.
Dan untuk banyak fresh graduate, transparansi seperti inilah yang mereka butuhkan. Bukan belas kasih. Tapi peluang.















