PRANALA.CO, BONTANG – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Kelurahan Kanaan, Kota Bontang, Jumat (1/11/2024), saat ratusan warga dari berbagai latar belakang berkumpul untuk memperingati HUT Kanaan yang ke-47.
Tak sekadar merayakan ulang tahun, acara ini juga diramaikan dengan Festival Seni Budaya Toraja yang menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan menghormati warisan budaya Toraja yang kaya.
Bertempat di halaman Tongkonan, acara ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta, BUMN, dan tokoh masyarakat yang antusias ikut menyukseskan perayaan.
Ketua Panitia, Herman Londong Bua, menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh warga dan tokoh masyarakat yang bersama-sama mewujudkan perayaan ini. "Tanpa dukungan semua pihak, acara ini tak mungkin bisa semeriah ini. Kami berharap, tahun depan perayaan HUT Kanaan bisa lebih besar lagi," ungkapnya dengan haru.
Sementara, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKAT), Simon Matira, juga hadir dan menyampaikan pesan penting kepada generasi muda agar tetap melestarikan budaya, menjauhi pengaruh buruk seperti narkoba dan perjudian.
"Kanaan adalah rumah kita bersama, mari kita jaga agar selalu menjadi tempat yang aman dan damai bagi semua,” ujarnya.
Sementara itu, Sekcam Bontang Barat, Robi Andi Lolo, yang mewakili Pemerintah Kota Bontang, menyatakan apresiasinya terhadap warga Kanaan yang terus menjaga tradisi dan budaya mereka.
"Setiap tarian, musik, dan upacara adat yang ditampilkan hari ini adalah warisan tak ternilai yang perlu kita lestarikan. Tantangan kita adalah mempertahankan akar budaya di tengah era globalisasi," katanya.
Acara ini semakin berkesan dengan sesi “Selayang Pandang” yang dibawakan Ester Madao, yang mengajak para hadirin mengenang sejarah awal berdirinya Kanaan sebagai rumah bagi masyarakat Toraja.
Ia menceritakan tentang perjuangan masyarakat Toraja pertama kali membangun rumah-rumah Tongkonan sebagai simbol kekokohan dan solidaritas.
Rangkaian perayaan ditutup dengan berbagai pertunjukan seni dari berbagai suku, mulai dari Tarian Minahasa, Tarian Ma'dandan dari Toraja, Tarian Pagellu, Tarian Timor, hingga Tarian Dayak. Penampilan musik bambu oleh siswa SMP Imanuel Loktuan juga berhasil memukau penonton dan menjadi momen spesial yang mengingatkan akan pentingnya pelestarian budaya.
Perayaan HUT Kanaan ke-47 ini berakhir pada pukul 12.40 WITA dengan membawa pulang kenangan manis dan kebanggaan terhadap kekayaan budaya Toraja yang semakin erat menyatukan masyarakat Kanaan. Semangat kebersamaan dan kecintaan pada warisan budaya menjadi pesan yang kuat dalam perayaan ini, mengukuhkan Kanaan sebagai tempat yang hangat dan damai bagi semua suku dan generasi. (*)
*) Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami















