PEMERINTAH Kota Bontang mulai menyoroti ancaman yang kerap luput dibahas di tengah pertumbuhan kota industri: jumlah penduduk yang terus bertambah tanpa diimbangi kualitas sumber daya manusia (SDM).
Isu itu mengemuka dalam Workshop Penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Kota Bontang (PJPK) 2026 yang digelar DP3AKB di Hotel Tiara Surya, Selasa (12/5/2026).
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menyebut tantangan terbesar daerah ke depan bukan sekadar pertumbuhan penduduk, melainkan bagaimana memastikan warga tetap produktif dan sejahtera.
“Jangan sampai jumlah penduduk kita banyak, tetapi produktivitasnya rendah,” kata Agus Haris saat membuka kegiatan tersebut.
Pernyataan itu muncul di tengah posisi Bontang sebagai salah satu kota industri di Kalimantan Timur (Kaltim) yang terus menarik arus pendatang. Di satu sisi, pertumbuhan penduduk dapat menjadi modal pembangunan.
Namun di sisi lain, kondisi itu juga berpotensi memunculkan persoalan baru, mulai dari pendidikan, pengangguran, hingga ketimpangan kualitas hidup keluarga.
Menurut Agus Haris, pemerintah daerah tidak bisa lagi menyusun kebijakan secara umum. Setiap wilayah dinilai memiliki tantangan berbeda, termasuk kawasan yang dekat industri maupun wilayah pengembangan baru seperti Bontang Lestari.
“Karakteristik penduduk di tiap wilayah tidak sama. Penanganannya juga harus berbeda,” ujarnya.
Ia mencontohkan wilayah utara Bontang yang tumbuh di sekitar kawasan industri memiliki kebutuhan berbeda dibanding daerah lain. Sementara di Bontang Lestari, pemerintah mulai memberi perhatian pada kualitas pendidikan dan kesejahteraan keluarga.
Workshop tersebut diikuti 25 peserta dari sejumlah OPD dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang. Pemkot juga menghadirkan narasumber dari Kemendukbangga/BKKBN Kalimantan Timur, Nurika Khoiriyah.
Melalui roadmap kependudukan ini, dia berharap kebijakan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kualitas manusia yang hidup di dalamnya. [RE]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















