BONTANG, Pranala.co – Pemerintah Kota Bontang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jaring pengaman sosial. Tidak hanya di atas kertas. Tetapi hadir langsung di tengah warga.
Hal itu terlihat saat Neni Moerniaeni melakukan peninjauan lapangan di Kelurahan Bontang Lestari, Jumat (27/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia sekaligus menyerahkan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.
Di halaman Masjid Ar Rahman Pagung, sebanyak 10 warga lanjut usia (lansia) di RT 005 menerima bantuan secara simbolis. Bantuan berupa paket bahan pokok dan telur itu diberikan untuk mendukung pemenuhan gizi harian mereka.
Namun, agenda itu tidak berhenti pada seremoni. Di sela kegiatan, Wali Kota memberikan edukasi kesehatan secara langsung. Ia mengingatkan pentingnya menjaga pola makan dan rutin memeriksakan kesehatan.
“Kami ingin memastikan para lansia tetap sehat dan produktif. Manfaatkan layanan pemeriksaan gratis di puskesmas, dan jaga pola makan,” ujarnya di hadapan warga.
Meski di tengah tekanan anggaran, ia menegaskan bahwa kelompok rentan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Langkah itu dinilai penting untuk menekan angka kemiskinan di daerah.
Kunjungan tersebut juga dirangkaikan dengan peninjauan program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH). Pemerintah ingin memastikan program berjalan sesuai target dan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.
Tak hanya itu, dialog dengan warga pun digelar. Berbagai persoalan sosial disampaikan secara langsung.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat. Termasuk meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) memberikan pendampingan psikologis bagi warga yang membutuhkan.
Dalam kesempatan itu, perhatian juga diarahkan pada sektor pendidikan. Pemerintah Kota Bontang, kata dia, telah menjamin akses pendidikan melalui berbagai bantuan.
Mulai dari seragam, sepatu, tas, hingga buku diberikan secara gratis kepada siswa. Namun, ia mengingatkan bahwa peran orang tua tetap menjadi kunci utama. Pengawasan terhadap penggunaan gawai pada anak harus diperketat.
Ia juga mendorong keluarga untuk menghidupkan kembali budaya mengaji dan membaca di rumah.
“Peran keluarga sangat penting. Jangan sampai anak-anak kehilangan arah karena kurang pengawasan,” tegasnya.
Di akhir kunjungan, Wali Kota memberikan pesan tegas kepada aparatur di tingkat kelurahan. Lurah dan perangkat wilayah diminta menjadi garda terdepan dalam mendeteksi persoalan sosial di masyarakat.
“Mereka harus menjadi mata dan telinga pemerintah. Setiap persoalan harus cepat terpantau dan segera dikoordinasikan agar penanganannya tepat,” tegas Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (ADS/BTG)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















