BONTANG – Pemkot Bontang serius dalam menyelesaikan persoalan banjir. Salah satu infrastruktur yang menjadi sasaran untuk dioptimalkan ialah Waduk Kanaan.
Saat ini daya tampung Waduk Kanaan hanya 400 ribu kubik air. 100 ribu kubik bersifat tampungan mati.
“Kedalam dari Waduk Kanaan akan kami tambah. Rencananya pengerukan akan terus dilakukan sebagai langkah revitalisasi waduk,” terang Kabid Prasarana dan Pengembangan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Noni Ageta.
Infrastruktur ini sejatinya terus mendapatkan program pengerukan dari pemerintah pusat. Melalui Badan Wilayah Sungai IV Kalimantan. Tetapi sifatnya tidak langsung besar. Mengingat anggaran yang dikucurkan juga terbatas.
“Diharapkan volume tampungnya bisa mencapai 700 ribu kubik,” sebutnya.
Pengerukan dibutuhkan tetap berlanjut karena sedimentasi yang dibawa dari area hulu sangat tinggi. Usulan program ini rencananya diajukan ke pemerintah pusat.
Melalui APBN tahun depan. Pemkot pun telah mengambil langkah meminta dukungan kepada Komisi V DPR RI. “Kebutuhan anggaran mencapai Rp 150 miliar,” urai dia.
Apalagi infrastruktur ini ke depan juga digunakan untuk sumber bahan baku air permukaan. Pasalnya Bontang terancam krisis air bersih sebesar 200 ribu meter per detik.
Tak hanya pengerukan, bentuk pengerjaan lain juga termasuk. Mulai dari penurapan keliling dan konektivitas saluran pembuangan ke sungai.
Pada 2022 lalu BWS telah menggelontorkan anggaran senilai Rp 1,3 miliar untuk optimalisasi waduk. Adapun luasan infrastruktur ini mencapai delapan hektare. (*)














