Pranala.co, BONTANG – Sulitnya pelaku UMKM mendapatkan akses pinjaman lewat Kredit Bontang Kreatif mendapat sorotan serius dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bontang. Program yang digadang-gadang jadi solusi permodalan ini justru dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada pengusaha kecil.
Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Manusia Kadin Bontang, Frans Micha, menilai pemerintah kota, khususnya Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP), tidak cukup hanya memberikan rekomendasi kepada bank. Menurutnya, seharusnya pemerintah ikut mendampingi UMKM sejak awal pengajuan.
“Bukan hanya memastikan calon kreditur punya usaha. Itu salah. Berkasnya juga harus dibantu urus dong,” tegas Frans, Jumat (29/8/2025).
Frans menjelaskan, sebelum berkas diajukan ke Bankaltimtara, sebaiknya pemerintah sudah melakukan verifikasi dan pengecekan kelengkapan dokumen. Jika ada kekurangan, pelaku usaha bisa langsung mendapat arahan.
“Kalau sejak awal dibimbing, bank juga lebih mudah memproses. UMKM pun tidak merasa dipersulit,” ujarnya.
Frans mengingatkan, pencairan pinjaman tidak bisa dilakukan sembarangan. Bankaltimtara tetap berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Artinya, semua kredit harus sesuai aturan.
Diketahui, adapun syarat yang wajib dipenuhi pelaku usaha agar bisa mengajukan Kredit Bontang Kreatif antara lain:
- Wajib ber-KTP Bontang
- Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB)
- Usaha sudah berjalan minimal 6 bulan
- Memiliki rekening Bankaltimtara
- Usia pemohon minimal 21 tahun atau sudah menikah
- Usia maksimal saat pengajuan 63 tahun, dengan batas akhir kredit di usia 65 tahun
- Tidak memiliki riwayat kredit bermasalah di SLIK OJK
- Melengkapi formulir dan dokumen sesuai ketentuan bank
Menurut Kadin, jika pemerintah hanya berhenti di tahap rekomendasi, pelaku usaha akan terus menemui hambatan. Dengan pendampingan menyeluruh, UMKM di Bontang bisa lebih siap dan peluang mendapatkan kredit akan lebih besar.
“Jangan sampai program yang niatnya mempermudah, justru membuat pelaku usaha makin sulit,” harap Frans. (pra)
















